Selain Gereja yang Ikonik, Satu Lagi Spot Wisata Religi Hadir di Paroki Sasi

Pastor Paroki Santo Antonius Padua Sasi, Pater Joze Nitcae, OFM. Conv, memberikan piagam penghargaan kepada para pematung di pelataran Patung Sta.Maria Imaculata.

Gusty Amsikan

 

Proses pengerjaan Taman Doa dan Patung Santa Maria Imacullata di Paroki Santo Antonius Padua Sasi-Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) hampir rampung. Patung setinggi 11 meter itu didirikan tepat di areal Paroki Santo Antonius Padua Sasi, di atas landasan setinggi 1,5 meter dan tatakan setinggi 8 meter. Sesuai rencana, patung dan taman doa tersebut akan diresmikan pada 31 Oktober 2021 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Pastor Paroki Santo Antonius Padua Sasi, Pater Joze Nitcae, OFM. Conv, Ketua DPP, Mei Mikhael, Ketua Panitia, Yanuarius Salem, Ketua Divisi Pendanaan, Adi Pontus, Yoseph Oscar Jawa Battu dan Ketua Tim Sanggar Pematung, Imam, dalam konferensi pers yang digelar di pelataran Patung Santa Maria Imacullata, Minggu (4/7). Hadir dalam konferensi pers tersebut para anggota Legio Maria dan para pematung dari Yogyakarta.

Ketua Panitia Pembangunan Taman Doa dan Patung Santa Maria Imacullata, Yanuarius Salem, mengatakan ide pembangunan Taman Doa dan Patung Santa Maria Imacullata di Paroki Santo Antonius Padua Sasi itu dicetuskan pada tahun 2018 oleh Pastor Paroki, Pater Titus Khian Limngardi, OFM, Conv. Awalnya, patung yang akan dibangun direncanakan hanya setinggi 2,5 meter. Namun, Dalam perjalanan, atas hasil diskusi antara panitia dan pihak-pihak terkait, ukuran patung berubah menjadi 11 meter.

Setelah itu, pihaknya mengirimkan proposal kepada Desainer Patung, Pak Otto untuk merancang dan menghitung anggaran untuk pembangunan Patung Santa Maria Imacullata tersebut. Pak Otto pun menyanggupi dan menghitung biaya pembangunan yang mencapai Rp 1.250.000.000. Anggaran tersebut cukup fantastis namun tergolong rendah dibandingkan dengan penawaran yang diperoleh panitia dari pihak lain.

Dalam perjalanan, Pater Titus kemudian pindah tugas ke Jakarta dan digantikan oleh Pater Joze. Bersama Pater Joze, panitia pun berupaya melanjutkan pembangunan Taman Doa dan Patung Santa Maria Imacullata. Proses pelaksanaan pembangunan taman doa dan patung tersebut tak lepas dari dukungan semua umat dan juga para donatur.

“Berkat dukungan kita semua, pembangunan Taman Doa dan Patung bisa berjalan. Ada donatur yang menyumbang hingga 300 juta rupiah. Anggaran yang sangat besar, mudah-mudahan bisa diresmikan pada bulan Oktober nanti,”jelasnya.

Ketua Divisi Pendanaan, Adi Pontus, mengatakan penawaran untuk pembangunan Patung Santa Maria Imacullata tersebut mencapai 4,3 miliar rupiah. Namun, saat Pak Otto menerima proposal, ia menyanggupi untuk menghitung sedemikian rupa sehingga biayanya menjadi Rp 1.250.000.000. Total anggaran yang berhasil dikumpulkan untuk pembangunan Taman Doa dan Patung Santa Maria Imacullata itu sebesar Rp 2.600.000.000 lebih.

“Awalnya, penawaran pertama paling rendah 4,3 miliar. Ada kisah tersendiri dari Pak Otto. Setelah menerima proposal dari Pater Titus, Beliau terdiam. Ternyata taman doa dan patung ini dinamai Santa Maria Imacullata, sama persis dengan nama istrinya yang baru saja meninggal dunia waktu itu. Jadi, Beliau berkomitmen menghitung sedemikian rupa sehingga biayanya menjadi 1 milyar 250 juta. Ini artinya Bunda Maria sendiri yang hadir bersama kita di sini,”ungkapnya.

Ketua Tim Sanggar Pematung, Imam, mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Pak Otto yang telah mempercayakan timnya untuk menyelesaikan pembangunan Patung Santa Maria Imacullata. Pada dasarnya, pembangunan patung tidak bisa dikerjakan sendiri karena hal tersebut merupakan pekerjaan tim dan memerlukan banyak orang.

“Saya sendiri adalah pematung, yang mengerjakan patung saya sendiri. Semenyata yang mengecor logam adalah Pak Tarmin. Ini Patung Bunda Maria kedua yang saya kerjakan. Yang pertama ada di Maumere setinggi 15 meter. Saya memang sudah terbiasa membuat Patung Maria dan Yesus. Jadi karakter dari Bunda saya pahami,”pungkasnya.

Sementara Pastor Paroki Santo Antonius Padua Sasi-Kefamenanu, Pater Joze Nitcae, OFM, Conv. mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dengan caranya masing-masing dalam pembangunan Taman Doa dan Patung Santa Maria Imacullataxl Ia juga berterima kasih kepada panitia, para pematung yang telah sungguh-sungguh berdedikasi dalam pembangunan Taman Doa dan Patung Santa Maria Imacullata.

“Pembangunan patung dan taman doa adalah sebuah pekerjaan yang berat. Ketika saya menerima jabatan sebagai pastor paroki, hal pertama yang saya takutnya adalah bagaimana melanjutkan pembangunan patung dan taman doa ini karena kisaran dana yang cukup besar. Tetapi saya tidak berjalan sendirian, ada teman panitia, ada banyak banyak pihak yang turut terlibat, dan juga donatur lainnya. Semuanya itu berjalan baik. Saya terima kasih banyak atas dedikasi dan pengorbanan panitia. Terima kasih untuk Mas Iwan dan teman-teman pematung,” tutupnya.

Untuk diketahui, Patung Santa Maria Imacullata dibangun dengan tinggi 11 meter dan didirikan di atas landasan setinggi 1,5 meter serta tatakan setinggi 8 meter. Patung tersebut dikerjakan oleh para pematung muslim dari Yogyakarta. Realisasi fisik patung saat ini mencapai 90 persen. Sementara pelataran taman belum mencapai 50 persen. Sesuai rencana, Taman Doa dan Patung Santa Maria Imacullata akan diresmikan pada 31 Oktober 2021 mendatang. (Yan/ol)

Leave a Comment