Sepi di Antara Semak Belukar, TKP Penemuan Jenazah NW Masih Menghitam

Bekas jenazah NK terbaring saat ditemukan masih tampak menghitam di tengah semak belukar yang sepi. Foto: Yapi/VN
Bekas jenazah NK terbaring saat ditemukan masih tampak menghitam di tengah semak belukar yang sepi. Foto: Yapi/VN

 

 

 

Yapi Manuleus

Pembunuhan dan pemerkosaan sadis yang dilakukan oleh YT (41) terhadap gadis 19 tahun NW, warga Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang tersebut sampai saat ini masih menjadi berita yang sangat disesalkan di jagad maya.

Meski tersangka YT sudah berhasil ditangkap oleh pihak Kepolisian Polda NTT mupun Polres Kupang, namun belum mampu meredam amarah warga. Rasa marah dan tuntutan akan keadilan bagi korban menggema lewat media sosial dan grup-grup Whatsapp.

VN berinisiatif untuk mencari titik lokasi tempat NW ditemukan beberapa hari yang lalu. Tempat terakhir dimana NW saat itu mungkin sempat menjerit ketakutan dan kesakitan atau teriak minta tolong, namun tak terdengar warga sekitar.

Saya bertolak dari wilayah Kota Kupang menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di wilayah RT 08/RW 02 Desa Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, pada Sabtu (22/5) siang.

Sekitar 30 menit kemudian, saya tiba di lokasi diantar salah satu pemuda di wilayah sekitar. Sayang, sang pemuda itu juga belum mengetahui pasti lokasi penemuan mayat.

Sesuai amatan, dari arah pertigaan SMA 1 Kupang Barat menuju Pelabuhan Bolok itu, hampir 80% wilayah itu masih kosong, tak ada satu pun rumah warga di sana.  Hanya lahan kosong disertai semak belukar di sepanjang jalan menuju TKP. Kondisi ini membuat lokasi ini jauh dari amatan warga sehingga pelaku bebas melaksanakan aksi bejatnya. Meski NW sempat berteriak kencang namun suaranya tak bisa didengar warga yang tinggal cukup jauh dari lokasi ia dibawa oleh pelaku.

Saya bersama pemuda itu pun tetap melanjutkan perjalanan untuk menemukan TKP. Saya mulai kewalahan untuk mencari titik lokasi. Saya hanya berharap bisa segera menemukan garis polisi sebagai tanda utama. Warga sekitar pun tidak mengetahui lokasi itu. Tak ada kendaraan yang juga bisa melintas di jalan tersebut.

Sudah hampir dua setengah jam melakukan pencarian, saya dan pemuda tadi memutuskan untuk berteduh sambil berpikir untuk pulang atau tetap melanjutkan pencarian.

Saat beristirahat, pandangan saya tertuju pada sebuah tempat yang rindang karena banyak pepohonan dan semak belukar.  Tiba-tiba, muncul dugaan di situlah TKPnya.

Saya lalu mengajak pemuda tersebut dan memarkirkan kendaraannya di salah satu jalan yang tak beraspal lalu menuju lokasi pepohonan itu.
Ternyata dibawah pepohonan itu terdapat sebuah kali yang masih dialiri air, namun debit airnya sangat sedikit. Di sebelah kali, terdapat garis polisi yang masih baru, melingkari lokasi itu. Tepatnya berada di bawah semak-semak pohon bunga kuning yang banyak tumbuh  di lokasi itu.

Saya langsung bergegas menuju ke lokasi garis polisi itu untuk melihat lebih dekat.

Ternyata benar, di lokasi itulah gadis manis asal Desa Noelmina itu tewas dibunuh YT.

Garis polisi masih tampak di TKP. Foto: Yapi/VN

Garis polisi masih tampak di TKP. Foto: Yapi/VN

Garis polisi melingkari TKP dengan jarak 10×10 meter. Ada beberapa bekas kaki di sekitar lokasi. Ada satu titik di dalam lingkaran garis polisi yang menghitam seperti disiram oli. Tanda itu, diduga kuat merupakan bekas jenazah korban terbaring kaku saat ditemukan. Apalagi saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mulai membusuk sehingga tanah maupun takis pohon dan daun kering pun ikut kehitaman dan berminyak.

Terjawab sudah kondisi dan lokasi TKP yang memang sepi, penuh semak belukar dan jauh dari perumahan warga. Terbayang bagaimana pelaku dengan brutal membawa NW di lokasi itu, memperkosa, dan membunuhnya dengan sadis lalu meninggalkannya begitu saja di lokasi tersebut.

Usai 20 menit, saya bersama pemuda itu memutuskan untuk meninggalkan TKP dan  menuju rumah Ketua RT 08 Desa Batakte yakni Benyamin Buan. Benyamin tinggal sekitar 1 kilometer dari TKP.

Setelah berbincang-bincang, Benyamin mengaku kejadian itu sangat menggemparkan warga sekitar, karena baru pertama kali kasus pembunuhan terjadi di wilayah itu.

Ia mengatakan lokasi titik pembunuhan tersebut berada di lahan milik Herman Heri yang saat itu sedang melalukan pengukuran lahan.

“Itu lahan Herman Heri punya, jadi waktu temukan mayat itu untung ada pengukuran tanah. Kalau tidak saja mungkin orang tidak akan lihat itu mayat. Kalau yang kali itu orang biasa pakai untuk kasi minum sapi di situ dan cuci motor. Hanya kalau sudah musim panas itu kali akan kering,” tambahnya.

Usai kejadian, ia mengaku lebih ketat melakukan pemantauan warga ataupun orang yang melintas untuk menghindari kejadian serupa.

Setelah mendapatkan cukup informasi, saya pun kembali.

Rencananya, olah TKP akan dilakukan besok oleh tim dari Polda NTT. (bev/ol)

Leave a Comment