Siap-siap, Pemkot Kupang Adakan 10.500 Dosis Vaksin di Puskesmas dan Rumah Sakit

Putra Bali Mula

Pemerintah Kota, Nusa Tenggara Timu kembali mengadakan 10.500 dosis vaksin yang akan segera didistribusikan ke puskesmas seluruh Kota Kupang dan rumah sakit.

Jumlah dosis ini untuk mengejar 10.500 sasaran dan rumah sakit yang terlibat dalam percepatan ini dijanjikan akan diberikan penghargaan.

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, pada media Kamis (15/7) menyebutkan hal ini telah diinstruksikan Gubernur NTT terkait pendistribusian ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Pihaknya mengarahkan untuk vaksinasi 10.500 dosis ini dilakukan paling lambat selama tiga hari.

Semua rumah sakit yang dapat terlibat dalam rangka percepatan vaksinasi ini pun, jelas Herman, akan mendapatkan penghargaan.

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka karena mereka karena sebenarnya ini tugas utama puskesmas,” ungkapnya.

Sementara untuk seluruh puskesmas di Kota Kupang pada tanggal 19 dan 21 Juli akan secara serentak menggelar vaksinasi. Tiap puskesmas ditargetkan 400 sasaran atau penerima. Antrean untuk vaksinasi ini, kata dia, akan diatur sebaik-baiknya dan akan dikawal oleh pihak kepolisian dan polisi pamong praja.

“Kalau sudah penuh yang lainnya disuruh pulang supaya tidak ada penumpukan,” kata Herman.

Ia tidak ingin kejadian penumpukan di Kejaksaan Tinggi NTT dan Poltekkes Kemenkes Kupang terulang lagi.

“Ternyata minat orang itu tinggi maka karena itu prediksi saya dengan semua kepala puskesmas kita bisa sampai 300 hingga 400 orang per hari,” ungkapnya.

Untuk itu nantinya dikerahkan 191 orang tenaga vaksinator dan ia memperhitungkan jumlah ini telah sesuai dengan beban kerja vaksinasi bagi 10.500 sasaran itu. Demikian maka ia optimis angka 10.500 itu dapat terpenuhi maksimal 3 hari. Waktu 3 hari ini dengan kuota seperti itu dinilainya tidak akan membebani tenaga kesehatan juga.

“Kita perlu pikirkan capeknya nakes juga sehingga arahan saya tadi sehingga bisa tambah satu hari, bukan karena kekurangan vaksin tapi karena kecapekan mereka ini,” jelas Herman. (bev/ol)

Leave a Comment