Sigap Melayani Warga di Tengah Pandemi Covid-19

Bripka Endi saat mengimbau warga Fatukoa. Foto: Yapi/VN
Bripka Endi saat mengimbau warga Fatukoa. Foto: Yapi/VN

Yapi Manuleus

Setiap profesi, mulia adanya bila dijalankan dengan penuh komitmen,ikhlas dan bertanggung jawab. Dalam situasi normal, tantangan pasti selalu ada, namun belajar menjadi bijaksana untuk melihat solusi dalam setiap tantangan adalah bentuk tanggung jawab moral dalam bertugas. Apalagi sejak tahun 2019 lalu, Indonesia dan dunia dirundung masalah Covid-19 yang entah kapan akan berakhir. Tidak ada pilihan, selain menghadapi tantangan dan tugas baru dalam situasi pandemi. Seperti yang dialami oleh Bripka Endy Boko, salah satu Anggota Polsek Maulafa yang menjabat sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas)
di wilayah Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Bila sebelumnya, Bripkan Endi hanya menjalankan tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun sebagai pengayom masyarakat, Bripka Endi juga harus siap menjalankan tugas dan tanggung jawab moral lain untuk memberikan edukasi kepada masyarakat soal Covid-19 dan menertibkan masyarakat saat lalai menjalankan protokol kesehatan untuk keselamatan bersama.

Fatukoa merupakan kelurahan yang ada di ujung selatan Kota Kupang. Tak hanya berada di pinggiran Kota Kupang, ibu kota provinsi NTT, di kelurahan ini terdapat lokasi makam khusus bagi pasien Covid-19 yang menigggal dunia. Bermula dari enam lubang makam, kini ratusan makam Covid-19 sudah menjadi saksi bisu berbahanya virus Covid-19 jika tidak tertangani dengan baik. Selain masalah Covid-19, banyak masalah sosial ekonomi lain di kelurahan ini yang juga secara tidak langsung berpengaruh pada pemahaman masyarakat terhadap Covid-19 dan cara mereka menyikapinya. Belum lagi masalah ekonomi dan lain-lain yang cukup terdampak sejak Covid-19 merajalela. Karena itu, menekan angka kasus Covid-19 di Kelurahan Fatukoa khususnya dan wilayan Indonesia umumnya menjadi sangat urgen dan penting sheingga kita bisa terbebas dari Covid-19 dan masyarakat terdampak bisa keluar dari berbagai masalah ekonomi.

Pemilihan lokasi makam khusus Covid-19 di Fatukoa pun hingga saat ini masih menjadi pergunjingan warga. Warga masih takut bila makam khusus Covid-19 bisa membawa bahaya lain bagi mereka seperti kerentanan terpapar virus atau sumber air tercemar. Hal itu disebabkan karena kurangya informasi dan edukasi bagi masyarakat khusus soal Covid-19 belum lagi akses masyarakat terhadap berita bohong atau hoax tentang Covid menambah kecemasan dan salah kaprah di tengah masyarakat.

Gambaran ini menjadi pertimbangan bagi Bripka Endy dalam menjalankan tugas binaanya di Kelurahan Fatukoa. Dia harus sigap dan siaga 24 jam menjaga ketertiban dan keamanan juga harus siap terlibat dan berperan aktif menekan angka penyebaran Covid-19 di Kelurahan Fatukoa.

Bripka Endy berupaya seaktif mungkin melakukan pendekatan sesuai budaya dan adat kebiasaan setempat. Ia juga sering terlibat dalam berbagai kegiatan warga dan kegiatan kelurahan. Tujuannya satu, memberikan edukasi sebanyak mungkin dengan informasi yang tepat dan benar sehingga masyarakat bisa tercerahkan dan merubah kebiasaan buruk mereka dalam menghadapi pandemi. Ia mengaku, meski warga Fatukoa menjadi saksi mata lalu lalang ambulans yang setiap hari mengantar jenazah namun masih ada saja warga yang tidak menjalankan protokol kesehatan, tidak ingin mengikuti vaksinasi gratis, masih tidak percaya dengan Covid-19 dan tidak ingin memeriksakan dirinya jika memiliki gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19.

Hal ini tentu membuat tugas Bripka Endy tidak mudah. Ia harus berusaha memberikan informasi bahkan dengan bahasa setempat untuk mengajak, memotivasi dan menggerakan warga untuk taat prokses baik itu mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Latar belakang pendidikan, budaya, dan kebiasaan warga juga membuat Bripka Endy harus pintar-pintar mencari cara yang tepat untuk memberikan informasi yang benar bagi warga.

Bripka Endy Boko saat rapat bersama pihak Kelurahan Fatukoa sebelum melalukan imbauan dan operasi masker. Foto: Yapi/VN

Bripka Endy Boko saat rapat bersama pihak Kelurahan Fatukoa sebelum melalukan imbauan dan operasi masker. Foto: Yapi/VN

Tugas Bripka Endy mewajibkannya untuk tetap bertemu dengan warga setiap hari. Ia juga rentan terpapar Covid-19, apalagi Februari lalu rekan TNI yang bertugas bersamanya di wilayah itu juga meninggal dunia karena Covid. Namun, Bripka Endy tetap setiap dan penuh semangat bertugas terutama memberikan edukasi sebaik mungkin kepada warga agar mereka mampu menjalankan aturan dalan new normal dengan baik.

“Setiap kali pulang kantor dan saya lihat ada warga yang berkumpul, saya pasti sempatkan diri untuk duduk bersama sebentar. Imbau mereka agar taat prokes begitu pula kalau ada acara atau pesta. Saya upayakan komunikasi dengan baik dan santun supaya kita saling jaga,” ujarnya.

Tak hanya berupaya mengedukasi dan mengimbau warga, Bripka Endy juga mengaku miris melihat kehidupan beberapa warga di wilayah Fatukoa yang hidup susah atau ikut terdampak Covid-19.
Dengan segala keterbatasan yang ia miliki, Bripka Endi berusaha untuk membantu seadanya dengan apa yang ia punya.

“Kadang kalau terima beras jatah dari kantor, saya bawa untuk warga Fatukoa. Nanti, saya lihat kalau ada warga yang benar-benar butuh saya bagi-bagi. Saya pikir untuk saat ini mereka lebih membutuhkan dari saya. Saya masih cukup beruntung punya pekerjaan dan gaji. Kita kuat begini harus saling berbagi pada orang yang lemah, karena di situ pasti ada berkat. Setidaknya mereka masih bisa senyum di tengah pandemi.

Bripka Endy Boko yang sudah tiga tahun menjabat sebagai Babinkantibmas di wilayah Kelurahan Fatukoa juga tetap menguatkan warga agar lebih banyak bersabar dan tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan cara yang halal meski di tengah pandemi semuanya tampak sulit.

Ia mengaku meski kasus Covid-19 di Kupang cukup tinggi, namun ia masih sering dimintai izin oleh warga yang ingin melaksanakan pesta atau acara.

“Saya heran, masih ada juga yang berpesta tapi ya inilah kebiasan hidup kita di sini. Setiap hal disyukuri namun di saat pandemi harusnya kita lebih waspada. Saya juga sering bimbang, mereka minta izin untuk pesta sementara saya setiap hari edukasi orang untuk taat prokes. Jadi saya selalu koordinasi dengan Polsek Maulafa soal izin. Virus ini kita tidak lihat jadi harusnya kita kurangi bahkan tidak berpesta juga sangat membantu kita memerangi Covid-19,” ujarnya.

Bripka Endi menambahkan Kapolda NTT Irjen. Lotharia Latief memerintahkan para Kapolres jajaran Polda NTT untuk segera bersama satgas Covid-19 di masing-masing kabupaten melakukan langkah-langkah pencegahan serta pengawasan kegiatan masyarakat sesuai protokol kesehatan 5 M dan melaksanakan 3 T. Kapolda juga memerintahkan agar memperketat kembali pengawasan terhadap masyarakat yang masuk dari luar dan tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan serta memasifkan vaksinasi.

“Tapi dia ingatkan laksanakan secara humanis dan persuasif tapi bila tetap melanggar tindak tegas sesuai aturan karena wilayah NTT ini juga masih melaksanakan PPKM Mikro di Indonesia. Ada juga perintah agar kita tidak ragu menutup tempat-tempat yang rawan kerumunan apabila ditemukan pelanggaran dan wajib memenuhi syarat prokes yang telah ditetapkan,” jelasnya Bripka Endi.

Ketegasan dan perintah ini akan dilaksanakan Bripka Endi.

Ia mengaku akan terus berupaya mengantisipasi Covid-19 masuk ke Kelurahan Fatukoa demi melindungi warga yang ada di sana.

“Ke depan saya tidak tahu akan seperti apa. Tapi dengan kemampuan yang ada, saya akan berusaha melindungi masyarakat setidaknya menekan penyebaran kasus Covid-19 di Kelurahan Fatukoa,” tegasnya.

Bripka Endy paham bahwa pekerjaannya tidak mudah dan butuh keihklasan ekstra dan hati yang siap melayani.

Ia dengan tegas mengatakan selalu siap memberikan yang terbaik bagi warga di tempat ia bertugas.

“Ini sudah tugas saya. Jika saya komit jalankan dengan baik, meski ada tantangan saya yakin semua akan berjalan baik dan berdampak positif bagi warga. Doakan saja supaya saya tetap sehat dan warga selamat. Dunia pulih, kita hidup normal lagi,” ungkapnya penuh optimisme.

Kegigihan Bripka Endy Boko yang menjabat Babinkantibmas di Kelurahan Fatukoa ternyata disambut baik warga sekitar. Warga bersyukur mendapatkan sosok Babinkantibmas seperti Bripka Endy yang selalu hadir untuk warganya.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Fatukoa Obed Taebenu kepada VN, Selasa (29/6) mengaku kehadiran Bripka Endy di tengah warga Kelurahan Fatukoa selalu membawa dampak positif bagi warga di sana.

“Masyarakat tidak butuh statement di media atau apalah. Tapi kalau hadir di tengah-tengah warga itu dampaknya sangat bagus. Karena warga merasa seperti terlindungi begitu. Pak Endy, kalau saya lihat selalu ada untuk masyarakat. Bukan hanya edukasi warga tapi banyak bantu warga di sini secara pribadi apalagi yang susah karena pandemi.

Ia mengaku, Bripka Endi juga aktif dalam operasi masker dan kerja bakti di Fatukoa.

“Kalau ada operasi masker, Pak Endy pasti ikut demikian juga kerja bakti lainnya. Beliau juga hadir langsung. Kami juga selalu diingatkan untuk taat prokes. Saya pikir kerja keras Pak Endy secara tidak langsung berdampak baik karena kasus Covid di sini tidak sebesar di tempat lain. Pak Endy sering imbau masyarakat. Kalau taat, pasti bebas Covid. Kami rindu ada polisi seperti Pak Endy. Kami bersyukur beliau tugas di Fatukoa,” ujarnya. (bev/ol)

Leave a Comment