Simak Ketentuan PTM, PAUD hingga SMP hanya 5 Siswa per Kelas

Putra Bali Mula

 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT melalui Mathias M. Bee selaku Kepala Bidang Pendidikan Menengah menyampaikan ketentuan-ketentuan Pembelajaran Tatap muka (PTM) terbatas.

Dalam paparannya saat virtual meeting dengan Ombudsman RI Perwakilan NTT, Jumat (18/6), disebut jumlah maksimal murid per kelas untuk SD hingga SMP atau pendidikan setingkat yaitu 5 murid.

Untuk kategori PAUD ketentuannya adalah jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. Untuk pendidikan SD atau setingkat SDLB/MILB atau SMP/SMPLB/MTsLB dan SMLB, MALB: jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program kesetaraan, jaga jarak minimal 1.5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas. Satuan pendidikan juga dapat memanfaatkan ruang-ruang terbuka sebagai tempat pembelajaran tatap muka terbatas.

Jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar (shift) akan ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

“Menggunakan masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai atau masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu,” kata dia.

Masker kain digunakan setiap 4 jam atau sebelum 4 jam saat sudah lembap atau basah. Selanjutnya Cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan atau dengan hand sanitzer. Jaga jarak 1,5 meter wajib diterapkan dan tidak melakukan kontak fisik.

Untuk diketahui, pada Minggu, 20 Juni 2021 kemarin pukul 15.00 Wita, terdapat sebanyak 7.087 kasus COVID-19 atau naik sebanyak 14 orang terpapar di Kota Kupang. Sementara masih dirawat sebanyak 118 orang atau naik 3 orang. Sembuh sebanyak 6.788 orang atau naik sebanyak 11 orang.

Jumlah yang meninggal akibat COVID-19 sebanyak 233 Orang dengan rincian terkonfirmasi positif sebanyak 181 orang, probable sebanyak 38 orang dan suspek sebanyak 14 orang.

“Data bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan keadaan di lapangan,” ungkap Ernest Ludji selaku Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kupang. (Yan/ol)

Leave a Comment