SMA St. Alfonsus Weetabula Gelar Festival Literasi

Siswa/i SMA St Alfonsus Weetabula antusias mengikuti festival literasi yang digelar di sekolah tersebut, Selasa 12 Oktober 2021. Foto: Frengky Keban vn

Frengky Keban

 

Sejak ditetapkan sebagai sekolah literasi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT. Sekolah Menengah Atas (SMA) St. Alfonsus Weetabula perlahan melakukan pembenahan untuk memastikan para siswa/inya melek akan literasi.

Terbaru adalah festival literasi yang digelar, Selasa (12/10) pagi di halaman sekolah dan dibuka langsung oleh Kepala SMA St. Alfonsus, Stefanus Lendu dan dihadiri guru dan siswa/i SMA St. Alfonsus.

Saat dikonfirmasi media ini, Stefanus Lendu mengakui adanya kegiatan Festival Literasi di sekolahnya tersebut.
Dikatakannya kegiatan festival yang kemasannya dalam bentuk pameran puisi, story telling, artikel dari para siswa/inya itu tidak semata untuk mengisi waktu senggang saja tapi lebih daripada itu mau mendorong para siswa/inya untuk mulai mencintai budaya membaca yang kerap mulai ditinggalkan. Padahal baginya dengan membaca para siswa/i bisa memperoleh banyak ilmu pengetahuan.

“Ini kegiatan awal kami yang bermuara pada dorongan bagi anak didik kami untuk mulai membaca. Konsep kami dalam festival ini adalah para siswa menampilkan karyanya dalam bentuk puisi, artikel dan sejumlah karya lain yang nantinya dipajang di pohon baca di masing-masing kelas,”katanya.

“Nantinya bukan hanya ini kami sudah siapkan juga Pensi yang akan kami lakukan dengan konsep yang lebih baik lagi seperti pentas seni dan gelaran kegiatan literasi lainnya berdasarkan pada tingkat kunjungan di perpustakaan,”tambahnya.

Walaupun kegiatan festival tersebut dikemas sesederhana mungkin namun dirinya yakin akan memberikan dampak positif dalam perkembangan pendidikan para peserta didik. Salah satunya adalah antusiasme para siswa dalam menulis saat gelaran festival ini.

“Ada banyak perubahan salah satunya perubahan pola pikir dan kebiasaan. Jika sebelumnya para siswa itu emoh dengan membaca sekarang tidak lagi. Buktinya banyak memasukkan tulisannya ke panitia yang kami bentuk. Sehingga kami putuskan gelaran ini harus kami lakukan terus dengan tema yang berbeda setiap minggu,”ujarnya. (Yan/ol)

 

Leave a Comment