SMAN 3 Waingapu Juara CCM Unwina Sumba

Inilah situasi Cerdas Cermat Matematika di Unwina Sumba untuk tingkat SMA se-Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Selasa (23/11). Foto: Jumal Hauteas vn

Jumal Hauteas

 

Dua siswa dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Waingapu berhasil keluar sebagai juara pertama dalam Cerdas Cermat Matematika (CCM) kedua yang dilaksanakan oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika, Universitas Kristen Wira Wacana (Unwina) Sumba, NTT, Selasa (23/11). CCM Matematika ini dilakukan untuk menyediakan wadah kompetisi sekaligus membuktikan matematika tidak sesulit yang dibayangkan.

Tim CCM Matematika SMAN 3 Waingapu yang diisi oleh Umbu Tunggu Namu Praing dan Melsani Rawambani berhasil merebut dua dari lima pertanyaan babak final sehingga berhasil merebut posisi terbaik dalam CCM kali ini. Bahkan Umbu Tunggu dan Melsani tidak diijinkan ikut menjawab pada pertanyaan kelima setelah berhasil menjawab pertanyaan ketiga dan keempat.

Karena itu pertanyaan kelima yang semuanya bersifat rebutan ini dikhususkan kepada tim dari SMAN 2 Waingapu dan SMA Katolik Andaluri dan dimenangkan oleh tim dari SMAN 2 Waingapu untuk menyisihkan tim SMA Katolik Andaluri ke posisi ketiga.

Dari hasil ini tim SMAN 3 Waingapu berhak atas piala tetap, piagam penghargaan dan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta, sementara itu tim SMAN 2 Waingapu berhak atas piagam penghargaan dan uang tunai sebesar Rp 1 juta dan SMA Katolik Andaluri berhak atas piagam penghargaan dan uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

Umbu Tunggu Namu Praing dan Melsani Rawambani kepada VN usai lomba mengaku bangga karena bisa menjadi yang terbaik dalam lomba CCM kali ini sehingga mampu mengharumkan nama sekolah mereka.

“Sempat was-was juga karena tim jurinya para dosen. Tetapi kami coba fokus pada pertanyaan yang diajukan untuk lebih cepat mendapatkan jawaban benar,” jelas Umbu Tunggu dan Melsani.

Guru pendamping keduanya, Irna Anggreni Dangu Ngindi menambahkan cukup bangga dengan kemampuan kedua anak didiknya karena walau dalam waktu persiapan yang cukup singkat, anak-anak nya bisa tampil maksimal dan berhasil keluar sebagai yang terbaik.

“Persiapannya hanya satu bulan di tengah Pandemi Covid-19 sehingga tidak membayangkan anak-anak bisa jadi juara,” ungkapnya.

Ketua program studi (Kaprodi) Pendidikan Matematika Unwina Sumba, Mayun Erawati Nggaba secara terpisah mengapresiasi perjuangan anak-anak yang sudah mengambil bagian dalam lomba CCM kali ini yang membuktikan bahwa anak-anak di daerah 3T seperti Sumba Timur tidak minim potensi.

“Anak-anak cukup cepat mendapatkan jawaban dari beberapa pertanyaan di babak awal yang saya ikuti, dan ini bukti bahwa anak-anak Sumba juga punya potensi pengetahuan di bidang matematika,” jelasnya.

Karenanya lomba CCM ini akan dilakukan setiap tahun untuk menjadi wadah bagi anak-anak SMA sederajat di Kota Waingapu, se-Sumba Timur, se-Pulau Sumba untuk mengasah kemampuan mereka dalam mempelajari matematika, sekaligus menjadi ajang menumbuhkan semangat kompetisi dalam diri anak-anak.

“Minat anak di bidang matematika masih cukup rendah, sehingga kami menyediakan wadah ini untuk menarik minat anak-anak bahwa matematika tidak sesulit yang dibayangkan jika mau ditekuni,” jelasnya.

Mayun mengharapkan anak-anak yang sudah ikut dalam lomba CCM kali ini bisa terus memacu kemampuan diri mereka di bidang matematika sehingga ke depan bisa terus mengambil bagian dalam kompetisi-kompetisi lain sehingga makin matang dalam jiwa kompetisi sekaligus kemampuan matematika nya.

“Anak-anak hanya kekurangan wadah saja, sehingga kami harapkan ini bisa jadi salah satu wadah pengembangan diri dan menumbuhkan kecintaan anak-anak di bidang matematika,” tandasnya.

Ketua panitia kegiatan, Beatrix Tuto Sura menjelaskan kegiatan CCM tingkat SMA ini dilakukan dengan tema menciptakan generasi muda yang tangguh, kreatif, inovatif, unggul dan terdepan sebagai agen perubahan dengan tujuan untuk menumbuhkan minat anak-anak dalam mempelajari matematika.

Dimana melalui kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa kecintaan anak-anak terhadap matematika sekaligus membangun mental mereka dalam berkompetisi di sebuah ajang. Dengan demikian anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dan kompetitif di waktu yang akan datang.

“Banyak yang berpikir matematika adalah sesuatu yang sangat sulit, tetapi CCM ini kita lakukan untuk menunjukkan bahwa tidak sesulit yang dibayangkan,” ungkapnya.

Diharapkannya sekolah-sekolah yang tidak dapat mengambil bagian dalam kegiatan CCM kali ini, mempersiapkan diri untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan CCM berikutnya tahun 2022 mendatang.

“Kita undang 11 sekolah, tetapi hanya enam yang bisa hadir karena baru mulai sekolah tatap muka. Kita harapkan bisa lebih banyak peserta di tahun depan,” harapnya. (Yan/ol)

Leave a Comment