Spanyol hanya “Ba Abu” di Depan Gawang

Bintang Polandia Robert Lewandowski menyudul bola umpan rekannya Jócwiak yang menaklukan kiper Spanyol Unai Simon.
Bintang Polandia Robert Lewandowski menyudul bola umpan rekannya Jócwiak yang menaklukan kiper Spanyol Unai Simon.

LA Furia Roja Spanyol kembali menunjukkan performa buruk di UERO 2020.

Tim asuhan Luis Enrique itu, hanya mampu bermain imbang untuk dua putaran grup E. Jordi Alba dkk ditahan imbang tanpa gol oleh Swedia, dan ditahan imbang Polandia 1-1 pada Minggu (20/6) dini hari di La Cartuja Stadium, Seville.

Alvaro Morata mencetak gol menit ke-25 setelah meneruskan umpan Gerard Moreno di kotak penalti Polandia. Hakim garis sempat mengangkat bendera offside namun analisis VAR menyatakan gol ini sah.
Lewandowski menyamakan kedudukan setelah melompat untuk menyundul bola kiriman Kamil Jozwiak pada menit ke-54. Empat menit kemudian Moreno gagal menuntaskan tendangan penalti setelah bola membentur tiang, tapi Morata yang menyambar bola mantul juga gagal memasukkannya ke gawang Polandia. Morata beberapa kali menyianyiakan peluang emas Spanyol.

Dengan hasil seri, pertarungan Spanyol memperebutkan tempat 16 besar menjadi semakin berat.
Swedia mendapat berkah dan memuncaki klasemen Grup E dengan empat poin. Slovakia berada di posisi kedua dengan tiga poin. Spanyol posisi ketiga dengan dua poin, sedangkan Polandia menjadi juru kunci dengan satu poin.

Di matchday III Rabu 23 Juni mendatang, Spanyol harus menghadapi Slovakia sedangan Swedia akan menghadapi Polandia. Pertarungan ini bakal seru mengingat keempat tim memiliki kesempatan lolos ke babak 16 Besar.

Terakhir kali Spanyol memulai Piala Eropa tanpa sebuah kemenangan adalah pada tahun EURO 1996 silam di Prancis. Ajaibnya, mereka berhasil menang pada partai terakhir grup dan meraih tiket lolos ke babak gugur, namun langsung tersingkir karena kalah lewat adu penalti kontra Inggris.

 

Striker Murni
Dalam dua laga Grup E, Spanyol yang tampil di hadapan publik sendiri tak buruk dalam permainan, karena selalu mampu menciptakan peluang dan menguasai ball possession (penguasaan bola).

Para pemain Spanyol selalu menguasai bola di sepertiga lapangan dan berputar-putar tanpa berani masuk ke kotak penalti lawan. Warga Kota Kupang menyebutnya dengan istilah “Ba Abu di depan gawang” atau dalam bahasa Indonesia berarti hanya menciptakan debu (abu)

Yang menjadi permasalahan utama Spanyol adalah bagaimana caranya menyelesaikan peluang menjadi gol. Saat menghadapi Swedia, mereka memiliki ball possession hingga 85 persen. Tapi gagal mencetak sebuah gol pun.
Bahkan, La Furia Roja mampu pecahkan rekor sebagai tim paling banyak lakukan passing yakni 419 kali hanya dalam babak pertama. Catatan ini merupakan kali pertama muncul sepanjang bergulirnya Euro pertama kali pada 1980 silam. Begitu pula ketika melawan Polandia, penguasaan bola mencapai 80 persen dan dan laga berakhir dengan skor imbang 1-1.
UEFA mencatat, Spanyol adalah tim yang memiliki penguasaan bola tertinggi yaitu mencapai 72 persen dalam dua laga pembuka. Bandingkan dengan Belgia di posisi kedua yang hanya 57,5 persen, Jerman 57 persen, Austria 56,5 persen dan Inggris 56 persen.

Masalah Spanyol sejak awal memang berada di posisi ujung tombak penggedor gawang. Dan hal itu diakui sendiri oleh Luis Enrique sebulan sebelum EURO 2020 digelar.

Kepada wartawan, ia mengaku iri terhadap tim-tim lain yang memiliki striker murni yang tajam. Hal itu diirikan Enrique karena merasa Spanyol yang sekarang tak ada penyerang yang dapat diandalkan.

Enrique berharap setidaknya Spanyol memiliki penyerang yang memiliki cara bermain seperti Harry Kane, Luis Suarez, dan Marco van Basten. Bagi Enrique, ketiga nama yang disebutkannya itu adalah striker tajam yang sangat ia kagumi.

Namun, Enrique mengaku memikirkan berbagai opsi untuk dapat mencetak gol tanpa perlu terlalu mengandalkan penyerang utama. Bagi Enrique, gelandang pun dapat mencetak gol. (paa/ari)

Leave a Comment