Sumba Tengah Berlakukan PPKM hingga 31 Juli

Wakil Bupati Sumba Tengah, Daniel Landa sedang menyampaikan sambutan saat apel Gabungan terkait PPKM, Senin (19/7). Foto: Frengky Keban/vn.

Frengky Keban

 

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menerapkan PPKM di wilayahnya. Penerapan PPKM ini sendiri diawali dengan apel gabungan bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Sumba Tengah yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sumba Tengah, Daniel Landa yang diikuti Aparat gabungan terdiri dari TNI/Polri, Brimob, Satpol PP, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumba Tengah.

Wakil Bupati Sumba Tengah, dalam sambutannya menyebut, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sumba Tengah merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 440/3929/SJ, Tanggal 18 Juli 2021 Tentang Penertiban Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Percepatan Pemberian Vaksin bagi Masyarakat demi mencegah penyebaran Covid-19 dengan tetap mengedepankan Kesehatan/ keselamatan rakyat di seluruh tanah air. Tidak hanya itu sebutnya lagi, PPKM ini juga bertujuan menekan laju penyebaran dan penularan Covid-19 dalam segala aktivitas masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sumba Tengah.

“Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sumba Tengah mulai dilakukan terhitung sejak hari ini tanggal 19 Juli hingga 31 Juli 2021.
Saya mengimbau kepada personil yang ditugaskan agar mengutamakan langkah-langkah yang profesional, humanis dan persuasif dalam pelaksanaan PPKM serta memberikan penegasan hukum/disiplin yang tegas namun santun bagi masyarakat yang melanggar ketentuan PPKM, jangan menggunakan kekerasan yang berpotensi timbul pelanggaran hukum,”ujarnya.

Dirinya menambahkan melalui PPKM diharapkan masyarakat Kabupaten Sumba Tengah dan segenap pemangku kepentingan di Kecamatan dan Desa untuk mematuhi dan menjalankan PPKM ini dengan penuh kesadaran.

“Di dalam operasi PPKM nanti, saya berharap seluruh aparat keamanan yang terlibat agar memperketat penggunaan masker kepada setiap warga masyarakat, melarang segala bentuk aktivitas masyarakat yang menimbulkan kerumunan berupa : pesta, adat kawin mawin, membatasi kegiatan masyarakat sampai dengan pukul 21.00 Wita ( jam 09.00 malam ), kegiatan kedukaan disemayamkan paling lama 3 hari serta mengurangi jumlah rombongan untuk ikut penguburan, kegiatan Ibadah di tempat Ibadah dilaksanakan 50% dari kapasitas ruang Ibadah dan memberlakukan pembagian waktu Ibadah 2-3 kali Ibadah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” tegas dia.

Menanggapi hal itu, salah satu warga Sumba Tengah Maris Malairu menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar PPKM bisa berjalan sesuai harapan.

Dirinya mencontohkan beberapa wilayah di Sumba yang belakangan ini menjadi sorotan masyarakat karena belum berjalan maksimal. Hal ini sebutnya dikarenakan lemahnya sosialisasi dan belum adanya sanksi tegas buat para pelanggarnya.

“Saya sih mendukung intinya harus disiapkan baik dengan lebih banyak dilakukan sosialisasi biar masyarakat tidak kaget apalagi para pedagang. Setidaknya kita harus belajar dari daerah lain. Tidak boleh tidak,”kata dia. (Yan/ol)

 

Leave a Comment