Tak Dilibatkan dalam Sosialisasi dan Bimtek Pilkades, DPRD SBRD Kecewa dengan Dinas PMD

Suasana RDP antara DPRD SBD bersama Dinas PMD.Foto: Frengky vn

Frengky Keban

 

WAKIL Ketua DPRD SBD, Haji Samsi Pua Golo mengaku kecewa dengan sikap Dinas PMD yang dinilai tertutup dengan pihak DPRD dalam persiapan pemilihan Kepala Desa Serentak tahun 2021 yang rencananya akan digelar pada tanggal 30 Juni mendatang. PMD katanya tidak melibatkan pihak DPRD dalam sosialisasi dan Bimtek yang telah diselenggarakan selama ini.

Demikian disampaikannya dalam pengantarnya saat memimpin Rapat Dengar Pendapat bersama Mitra Dinas PMD dan Inspektorat SBD, Selasa (25/5) siang.

Hadir saat itu Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Christofel Horo, Kepala Dinas PMD, Dominggus Bulla dan Inspektur Daerah SBD, Theofilus Natara serta sejumlah anggota DPRD SBD.

Samsi mengatakan bahwa semenjak melahirkan Perda dan Perbup soal Pemilihan Kepala Desa, DPRD tidak lagi dilibatkan dalam proses selanjutnya. Imbasnya banyak persoalan yang terjadi mengenai persiapan pilkades luput dari perhatian DPRD sedang di titik tertentu masyarakat selalu menyampaikan keluhannya kepada DPRD.

“Paling terlihat itu saat bimtek dan sosialisasi kemarin. Kami di DPRD tidak dilibatkan dalam prosesnya sedang produk hukumnya kami yang bahas tapi produk seperti Perbupnya sampai sekarang tidak pernah kami ketahui,”katanya.

Dirinya pun berharap ke depannya perlu ada koordinasi dan komunikasi yang baik antara dua institusi tersebut mengingat keduanya adalah mitra dalam membangun daerah.

“Sehingga dulu saya sampaikan perlu ada posko terpadu di kecamatan biar segala macam persoalan tidak lagi dibawah ke kabupaten tapi sudah harus diselesaikan di tingkat kecamatan. Di posko itu ada PMD, Inspektorat, DPRD dalam dapil tersebut. Ini yang perlu kita pikirkan bersama,” tandasnya.

Asisten I, Christofel Horo mengakui tak dilibatkannya DPRD, hal itu mungkin saja terjadi karena misskomunikasi yang dilakukan internal pemerintah sendiri. Sedang sedari awal, dirinya menyebut bahwa pihaknya sudah meminta pihak kecamatan agar dalam kegiatan sosialisasi dan bimtek harus melibatkan DPRD.

“Kami minta maaf soal ini. Mungkin ini karena misskomunikasi di kami sendiri, karena dari awal kami sudah minta pihak kecamatan untuk libatkan DPRD. Kami juga bersyukur di momen RDP ini kami memperoleh banyak masukan dari DPRD,”katanya.

Mengenai perbup yang belum didapatkan DPRD, Kadis PMD, Dominggus Bulla di kesempatan itu menyatakan akan memberikan perbup kepada DPRD sebagai pegangan. (Yan/ol)

Leave a Comment