Target Pajak Kendaraan UPT Pendapatan Daerah Mabar Rp37 M

Kepala UPT Pendapatan Daerah Wilayah Manggarai Barat, Abdulgani R Tokan.

Gerasimos Satria

Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Provinsi NTT, menargetkan Pendapatan Asli Daerah pada sektor pembayaran pajak kendaraan sebesar Rp 37 Miliar lebih.

Kepala UPT Dinas Pendapatan Daerah Wilayah Mabar Abdulgani R Tokan,Senin (21/6) menyampaikan, pihaknya menargetkan pendapatan dari sektor pajak kendaraan tahun 2021 sebesar Rp 37 Miliar lebih. Untuk mencapai taget pemerimaan, pihaknya akan terus mengoptimal pelayanan pajak kepada wajib pajak di wilayah Mabar.

Dia mengatakan, beberapa jenis penerimaan yang menjadi sumber Pendapatan yakni Pajak kendaraan bermotor (PKB) target Rp 18,8 Miliar.Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) Rp 8,4 Miliar.Sementara realiasi penerimaan pajak dari Dua komponen hingga Juni 2021 baru mencapai Rp 6,6 Miliar lebih atau 17 persen.

Diakuinya, UPT Pendapatan Daerah Wilayah Manggarai Barat mengoptimalkan pendapatan dengan cara langsung mengambil pajak kendaraan di setiap desa bahkan menagih langsung ke rumah masyarakat atau wajib pajak. Hal itu dilakukan sebagai upaya jemput bola.

Selain itu,UPT Pendapatan Daerah Wilayah Mabar juga berencana akan mendirikan posko sebagai upaya pendekatan pelayanan kepada masyarakat. Cara ini sangat efektif untuk dilakukan guna mencapai target penerimaan pajak kendaraan.

Abdulgani Tokan mengungkapkan, selain kendaraan masyarakat yang tidak patuh bayar pajak, kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat sebanyak 935 unit tidak membayar pajak, hanya 91 kendaraan yang sudah membayar pajak. Pemkab Manggarai Barat memiliki tunggakan pajak kendaraan mencapai Rp594 juta.

Pihaknya sangat kesulitan karena banyaknya kendaraan milik masyarakat dan kendaraan dinas milik Pemkab Mabar yang tidak mematuhi peraturan dalam membayar pajak kendaraan. Dirinya berharap kepada seluruh pemilik kendaraan dinas maupun pribadi untuk segera melunasi pajak kendaraannya.

“Karena sumber terbesar Pendapatan Asli Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari pajak kendaraan bermotor. Karena dengan membayar pajak, kita turut membangun daerah yang kita cintai ini,”ujarnya. (Yan/ol)

Leave a Comment