Tekanan Ekonomi, Lima Pemuda Di Sikka Nekat Bobol Gudang

Kapolres Sikka AKBP Sajimin (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Sikka Sabtu (26/6) siang. Foto: Yunus/VN
Kapolres Sikka AKBP Sajimin (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Sikka Sabtu (26/6) siang. Foto: Yunus/VN

Yunus Atabara

Berdasarkan laporan masyarakat, polisi berhasil memgamankan lima pemuda yang nekat melakukan pencurian dengan membobol salah satu gudang sembako milik seorang pemgusaha di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.

Kapolres Sikka AKBP Sajimin, kepada wartawan, Sabtu (26/6) siang mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku, mereka nekat membobol gudang dan berhasil menggondol sejumlah barang senilai Rp 70 juta itu karena tekanan ekonomi.

“Dari hasil penyidikan, tersangka mengaku nekad mencuri karena faktor ekonomi. YG (20) yang merupakan otak pencurian sebelumnya menjadi pekerja di gudang tersebut yang sudah diberhentikan,” ujarnyam

Kapolres Sikka yang didampingi Kasubag Humas, Iptu Matgono dan Kasat Reskrim Iptu Wahyu Aga Septiyan menjelaskan, Selasa 15 Juni 2021, sekitar pukul 02.00 Wita di gudang sembako milik Antonius Ruslie telah terjadi pencurian barang barang berupa bir 12 dos, susu dancow 140 dos, susu indomilk 25 dos, senilai kurang lebih Rp 70 juta rupiah.

Atas perisitiwa itu, korban membuat Laporan Polisi, Nomor: LP/B/141/VI/2021/SPKT/RES. SIKKA/POLDA NTT, tanggal 23 juni 2021. Berdasarkan LP tersebut polisi melakukan penyelidikan dan memgumpulkan informasi serta memeriksa CCTV dalam gudang milik korban.

Dari hasil penyelidikan polisi berhasil mengidentifikasi ciri ciri pelaku pencurian di gudang milik korban. Tim langsung bergerak mencari pelaku dan berhasil mengamankan 2 pelaku yakni, YG (20) dan AC (34) di kediaman masing masing.

Dari kedua pelaku berdasarkan hasil introgasi diperoleh informasi adanya pelaku lain yakni, SMB (23), ARH (22) dan BJ (34). Dari keterangan pelaku, barang curian dijual ke salah seorang pedagang yang berdomisili di Kelurahan Wairotang.

Polisi bergerak dan berhasil mengamankan barang bukti berupa barang hasil curian yang dijual di Ama Sabu, salah seorang pemilik kios di Wairbubuk berupa 3 dos susu dancow, 3 dos susu indomilk dan 1 dos minyak goreng merk bimoli.

Para pelaku itu memanjat tembok dan masuk ke dalam gudang melalui celah tembok dan atap gudang. Selanjutnya, menggunakan tali lalu mengeluarkan barang dari dalam gudang ke luar dibantu oleh rekan-rekannya.

Selanjutnya para pelaku dan sejumlah barang bukti dibawa ke Mapolres Sikka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP, sub pasal 362 KUHP dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara.(bev/ol)

Leave a Comment