Telusuri Harta Korupsi, Jaksa Geledah Rumah Anak Kades Birunatun

Tim Penyidik Kejari TTU, saat melakukan penggeledahan di rumah milik Gibradus Mesak, Kamis (10/6).

Gusty Amsikan

Upaya Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU, Provinsi NTT, untuk membongkar kasus korupsi pengelolaan dana desa di Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu, terus berjalan. Setelah sebelumnya melakukan penggeledahan terhadap rumah Kepala Desa Birunatun, Martinus Tobu, Tim Penyidik Kejari TTU kembali melakukan penggeledahan terhadap rumah milik Gibradus Mesak, yang tak lain adalah anak tersangka Martinus Tobu, yang terletak di Desa Boronubaen, Kecamatan Biboki Utara. Penggeledahan dilakukan untuk menelusuri sejumlah aset yang dimiliki oleh sang kepala desa.

Informasi yang dihimpun media ini di lapangan, Jumat (11/6), penggeledahan terhadap rumah Gibradus Mesak berlangsung pada Kamis (10/6). Proses penggeledahan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pidana Khusus ( Kasi Pidsus) Kejari TTU, Andrew Keya, dan Kasi Barang Bukti, Rezza Faundra Afandi.

Kasi Pidsus Kejari TTU, Andrew Keya ketika diwawancarai media ini, Jumat (11/6) mengatakan, dalam penggeledahan tersebut, jaksa menemukan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan Dana Desa Birunatun. Pihaknya juga menyita satu unit laptop yang berisi dokumen-dokumen terkait pengelolaan dana desa di Desa Birunatun untuk kepentingan penyidikan.

Jaksa akan terus melakukan penelusuran terhadap aset-aset yang dimiliki oleh tersangka Martinus Tobu yang diadakan dengan menggunakan dana desa di Desa Birunatun. Hal tersebut dilakukan berdasarkan fakta bahwa proses pencairan dana desa tahun anggaran 2020 telah mencapai 100 persen. Ironisnya, tidak ada satupun kegiatan fisik maupun pemberdayaan masyarakat yang terlaksana di Desa Birunatun pada tahun 2020 yang dibiayai melalui dana desa.

“Kami berharap para pihak yang menyimpan aset dan harta milik tersangka Martinus Tobu bisa bersikap kooperatif dengan mendatangi Kejaksaan Negeri TTU untuk menyerahkan aset dan harta milik tersebut guna pemulihan keuangan negara. Jika tidak koperasi dan masih bersikeras menyimpan aset dan harta milik Martinus, bisa diproses secara hukum,”pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu, Martinus Tobu, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri TTU, Senin (10/5) malam. Martinus ditahan lantaran diduga membuat proyek fiktif dan memanipulasi laporan pertanggungjawaban (LPj) Dana Desa tahun 2017 hingga 2020. Kerugian negara yang timbul akibat dugaan tindak pidana korupsi tersebut diperkirakan mencapai 1,3 miliar rupiah. (Yan/ol)

Leave a Comment