Terkait Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Pemkot Minta Pengertian Masyarakat

Yapi Manuleus

Pemerintah Kota Kupang  memberikan tanggapan terkait aksi pengambilan paksa Jenazah pasien Covid 19 di Rumah Sakit Siloam Kupang pada Rabu (21/7) siang yang viral di media sosial.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang Fahrensi Funay saat dikonfirmasi VN terkait hal tersebut meminta pengertian dariasyarakat agar tidak lagi mengulangi hal serupa.

Saat ditanyai apakah warga yang mengambil Jenazah Keluarganya tersebut akan diberi sanksi. Pihaknya mengatakan saat ini masyarakat lagi mengalami kesusahan akibat PPKM yang masih sementara berlangsung. Sehingga tidak mungkin sanksi akan diberikan kepada para keluarga pasien tersebut.

“Ini kan masyarakat lagi susah, jadi sudah berduka tambah sanksi lagi. Makanya kita hanya mohon pengertian masyarakat saja. Supaya jangan ada sanksi-sanksi, karena kalau umpama diproses pun bisa. Karena regulasinya ada,” ujarnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap menaati Protokol Kesehatan dengan baik, demi kenyamanan semua warga Kota Kupang dari pandemi Covid-19. Apalagi saat ini Covid-19 jenis Varian Delta sudah ada di NTT.

Dalam video yang beredar tampak sekelompok keluarga pasien yang diduga terkonfirmasi positif Covid-19 mengambil paksa jenazah tersebut dan memasukkanya ke dalam sebuah mobil pick up. Salah satu keluarga pasien tersebut berteriak histeris dan meminta petugas untuk tidak boleh menyentuh jenazah tersebut karena keluarga hendak membawa pulang jasad itu.

“Sonde boleh ada yang sontoh dia (Mayat), sonde boleh, sondeh boleh. Bawah pulang,” teriak salah seorang perempuan dalam video tersebut.

“Orang baru habis operasi basong bilang covid (Covid-19),” teriak perempuan lainnya.

Sementara petugas yang mengenakan APD lengkap hanya bisa pasrah menyaksikan tindakan dari keluarga yang mengambil paksa jenazah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Lodwyk Djungu Lape yang dikonfirmasi VN menjelaskan bahwa pihakhya sudah bekerja secara Profesional, namun warga bersih keras mengambil paksa Jenazah keluarganya tersebut.

“Petugas kita sudah bekerja dengan baik, tapi dikejar jadi mau bagaiman lagi,” ujarnya.

Kendatipun demikian, kini Jenazah tersebut sudah dimakamkan di TPU Damai Fatukoa oleh petugas dari Pemkot.

“Tadi kita ada ikut ke rumahnya, jadi keluarga sudah mengizinkan kita bawa untuk makamkan di Fatukoa,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Siloam dan juga pihak keluarga belum berhasil dikonfirmasi. (Yan/ol)

Leave a Comment