Tidak Ada Shalat Idul Adha Bersama, Takbiran Terbatas 10 Orang

Putra Bali Mula

Perayaan Idul Adha tahun ini akan digelar terbatas. Tidak ada shalat bersama. Takbiran pun dengan ketentuan waktu maupun jumlah yang terbatas. Pemotongan hewan kurban harus memperhatikan protokol kesehatan.

Kebijakan Pemerintah Kota Kupang ini menanggapi pemberlakuan pembatasan karena Kota Kupang memiliki wilayah sebaran COVID-19 dengan status zona merah dan oranye.

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, menyampaikan ini di Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (15/7) usai rapat dengan Forkopimda Kota Kupang.

Dasar rapat itu adalah surat edaran dari Menteri Agama tentang petunjuk teknis penyelenggaraan malam takbiran, shalat Idul Adha di luar wilayah Jawa dan Bali.

Berdasarkan edaran itu Pemerintah Kota Kupang memutuskan agar pada 19 Juli, saat malam takbiran, digelar terbatas sesudah shalat isya pukul 19.15 Wita dan paling lama hingga pukul 20.00 Wita. Takbiran ini tidak melebihi 10 orang dan tidak diperbolehkan takbiran digelar keliling. Sedangkan shalatnya sendiri ditiadakan.

Bila ada ketentuan selanjutnya dari pemerintah pusat maka akan disesuaikan nantinya. Namun sementara, kata Herman, untuk shalat tidak ada kelonggaran. Keempat, pembagian masa pembantaian hewan diizinkan empat hari sesuai protokol kesehatan.

“Saya tetap mendengar masukan dari Forkopimda,” ujar Herman. (bev/ol)

Leave a Comment