Tiga Bulan Betugas, Kejari TTU Seret Empat Kades Korup

Mantan Kades Letneo Selatan, Marselinus Sanam digelandang menuju mobil tahanan Kejaksaan Timor Tengah Utara. Foto: Gusty/VN
Mantan Kades Letneo Selatan, Marselinus Sanam digelandang menuju mobil tahanan Kejaksaan Timor Tengah Utara. Foto: Gusty/VN

 

 

Gusty Amsikan
Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU), menetapkan mantan Kepala Desa Letneo Selatan, Marselinus Sanam, sebagai tersangka korupsi Dana Desa di Desa Letnoe Selatan, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU, Rabu (19/5). Marselinus diduga menilep dana desa. Kerugian negara mencapai Rp 853.771.850,00.

Dengan demikian, Kejari TTU di bawah pimpinan Roberth Jimmy Lambila yang baru bertugas tiga bulan di TTU telah berhasil meringkus empat kepala desa korup.

Kepala Kejari TTU Roberth Jimmy Lambila, kepada VN, Kamis (20/5) mengatakan Marselinus melakukan korupsi dengan pola melobi melalui bendahara desa untuk meminjamkan sejumlah uang yang diambil dari dana desa. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kwitansi pinjaman. Marselinus diperiksa 13 jam dan kini ditahan.

Tak hanya itu, tersangka juga menyumpal sisa lebih anggaran dana desa untuk kepentingan pribadi. Padahal sisa lebih anggaran dana desa itu seharusnya disetor ke rekening desa untuk kepentingan perencanaan pembangunan di tahun anggaran berikutnya.

Dengan demikian, kata Roberth, hingga Mei 2021, sudah ada empat kepala desa yang terseret dalam perkara korupsi di TTU.

Roberth menambahkan, berdasarkan bukti-bukti yang cukup menerangkan bahwa tersangka terlibat kuat dalam tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa tahun anggaran 2017-2019 Desa Letneo Selatan. Dengan demikian, kerugian negara yang timbul akibat dugaan tindak pidana korupsi tersebut mencapai Rp 853.771.850,00.

“Ini pembelajaran hukum kepada desa-desa lainnya. Karena negara menyalurkan uang ke desa itu besar dengan harapan dan pembangunan dan kesejahteraan di sana. Bayangkan jumlah desa di TTU ada seratus lebih. Itu artinya uang yang masuk setiap tahun ratusan milyar tapi pembangunan dan kesejahteraan masih jauh dari harapan. Ke depan kita tidak hanya fokus ke desa tapi APBN, APBD I dan II,” tandasnya

Selain Marselinus, kepala desa yang juga ditahan yakni Kades Naekake B Herminigildus Tob dan bendahara Milikhior Tob, Kades Botof, Kecamatan Insana Primus Neno Olin, Kades Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu Martinus Tobu..

Tak hanya itu, Kejari TTU, dibawah pimpinan Roberth Jimmy Lambila, sebelumnya juga menggeledah serta menetapkan tersangka dan menahan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yoksan M.D.E Bureni, Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHK), Miquel E. Selan, dan Direktur CV. Berkat Mandiri, Ongky J. Manafe, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2015.

Ketiganya kini telah berstatus terdakwa dan tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor-Kupang, lantaran diduga kuat terlibat tindak pidana korupsi pengadaan alat Blood Bank Refrigerator secara fiktif, dengan kerugian negara Rp.425.000.000. (bev/ol)

Leave a Comment