Tiga Rumah di Sikka Hanyut Diterjang Banjir ROB

Rumah warga Wuring, RT 46, RW 09, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Jumat (28/5), hanyut terbawa arus. Foto: Yunus vn

Yunus Atabara

BANJIR Rob melanda wilayah bagian Utara Kabupaten Sikka, Jumat (28/5) siang. Merendam pemukiman warga, dan fasilitas umum lainnya.

Ketua RT 46, RW 09, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Ayu Lestari (38) kepada VN mengatakan, banjir Rob yang disertai angin terjadi hampir bersamaan dengan waktu sholat Jumat di Wuring.

Akibatnya ratusan rumah terendam banjir Rob di Wuring. Di antaranya 20 rumah rusak ringan dan 3 rumah lainnya rusak berat dan hanyut terbawa gelombang pasang.

“Banjir Rob terjadi sekitar pukul 11.00 Wita saat sholat Jumat berlangsung. Ratusan rumah terendam, 20 rumah rusak ringan dan 3 lainnya rusak berat dan hanyut,” kata Lestari.

Pantauan VN di Kampung Baru Wuring, Kelurahan Wolomarang, ratusan warga berhamburan keluar rumah sambil menyelamatkan barang berharga milik mereka ke tempat yang lebih aman.

Akibat banjir Rob, selain merendam rumah warga, juga membawa tumpukan sampah plastik di pemukiman warga. Selain itu, jalan rabat di wilayah itu tergerus ombak dan dipenuhi sampah plastik.

Sejumlah aparat seperti Anggota TNI, Basarnas, Tagana, Dinas Sosial, BPBD, aparat pemerintah kecamatan, kelurahan dan anggota DPRD Sikka dari PKS hadir di tengah masyarakat korban banjir Rob.

Sejumlah warga Wolomarang menyelamatkan diri dan barang setelah dilanda banjir ROB, kemarin. Foto: Yunus vn

Peristiwa yang sama terjadi di Kampung Buton, Kelurahan Kota Uneng, di Waipare, Desa Watumilok, Nangahaledoi, Desa Waiara, Nanghale, Desa Nangahale, Pagaramang, Desa Lewomada, Kojadoi dan Kojagete, Desa Kojadoi dan Parumaan di desa Parumaan.

Hanawi, Kepala Desa Kojadoi mengatakan sebanyak ratusan rumah, termasuk fasilitas umum seperti sekolah, kantor desa, jalan lingkungan dan Dermaga Feri di wilayah itu terendam air laut.

Selain itu jembatan batu yang menghubungkan sepanjang 686 meter juga terendam air laut setinggi lebih dari satu meter. Kondisi itu membuat transportasi wilayah itu lumpuh total.

Selain itu, terjadi angin kencang di laut yang mengakibatkan gelombang laut tinggi mencapai 2 meter. Kondisi gelombang besar itu membuat akses transportasi dari dan ke Kojadoi terhambat.

Selain itu, lanjutnya, dalam pelayaran dari Kojadoi ke Maumere guna menghadiri kegiatan di Kantor Camat, kapal yang ditumpanginya dihantam ombak setinggi 2 meter sehingga mereka harus berlindung di Nangahaledoi.

Sekadar info, selain Sikka, banjir Rob sebelumnya telah menerjang kawasan pesisir Jakarta usai gerhana bulan total kemarin. Air menggenangi jalan dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.

Super blood moon memang berpengaruh siginifikan terhadap tingginya pasang air laut.

Meski dilanda banjir Rob, aktivitas pelabuhan berjalan seperti biasa. Potensi air pasang ini diperkirakan berlangsung hingga 30 Mei 2021.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat terjadi peningkatan tinggi gelombang hingga tiga meter di sejumlah perairan, di antaranya Laut Jawa, Banda, Flores, Arafuru, perairan barat Sumatera, dan perairan selatan Jawa hingga NTT. (ari/yan/ol)

Daerah Berpotensi Terjadi Banjir Rob:

1. Banten : 28-30 Mei
2. Sumatera Utara : 26 Mei
3. Batam : 26 Mei
4. Jawa Tengah : 29-31 Mei.
5. Jawa Timur : 26-29 Mei
6. Kalimantan Barat : 26 Mei
7. NTT : 26-28 Mei
8. Sulawesi Utara : 26 Mei
9. Maluku : 26 Mei
10.Papua : 26 Mei

Sumber: BMKG – Pusdatin VN

Leave a Comment