Tokoh Agama Minta Polisi Basmi Judi di Nagekeo

Bernard Sapu

Tokoh Agama di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur Romo Eligius Nong kepada VN, Selasa (27/7) mengaku khawatir dengan aktivitas judi sabung ayam dan bola guling yang makin marak di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Ibu Kota Mbay.

Apalagi aktivitas itu dilakukan di tengah pandemi dan PPKM.

Pastor Paroki Stella Maris Danga meminta polisi setempat bisa mengamankan aktivitas perjudian itu untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

“Menghindari hiburan yang tidak sehat, perjudian dan hal-hal yang tidak baik di masyarakat sangat penting dilakukan,”tandasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua MUI Kabupaten Nagekeo H. Nazir Muhamad.

Ia menegaskan perjudian jenis apapun dalam agama Islam itu haram dan harus dipberantas.

Menurutnya, pemberantasan judi butuh kerjasama lintas sektor baik pemerintah, tokoh agama dan TNI/Polri.

“Memang selama ini kami sudah sering mendengar maraknya judi khususnya judi sabung ayam. Ini tidak boleh dibiarkan, harus diberantas,” tegasnya.

Menanggapi ini Kapolres Nagekeo AKBP. Agustinus Hendrik Fai melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu. Rifai  menegaskan sejak pertama bertugas, ia berkomitmen untuk memberantas perjudian di Negekeo.

“Saya janji nanti saya buktikan cara berantas judi tersebut, baik judi sabung ayam, judi bola guling dan bentuk perjudian lainnya. Saya akan turun ke lokasi perjudian tersebut dengan cara saya sendiri,” katanya. (bev/ol)

Leave a Comment