Transformasi Ekonomi di Balinusra harus Berkonteks Kawasan

Yosi Kameo

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, transformasi ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) harus dibingkai dalam konteks Kawasan, bukan dalam konteks kedaerahan semata.

Demikian penegasan VBL saat menanggapi moderator dalam zoominar yang menilai NTT memiliki Digital Competitiveness (Daya Saing) cukup rendah, lebih rendah dari NTB dan Bali.

“ Betul, tapi Bali itu tidak bisa hidup sendiri,” kata Viktor disambut tepuk tangan meriah peserta zoominar bertajuk ‘Transformasi Balinusra: Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah,’ Rabu (9/6).

Dia sepakat dengan penjelasan Gubernur NTB yang mengungkapkan pembangunan merupakan usaha yang membawa perubahan, seperti kesejahteraan masyarakat.

Sesuai hal itu, ujarnya, Transformasi Ekonomi Balinusra merupakan tugas bersama antara NTT, NTB dan Bali, sehingga konteks pembangunannya bukan dilakukan sendiri-sendiri.

Dia memuji transformasi ekonomi Bali yang telah direncanakan pemerintah. Kini Bali bertranformasi dari sekadar mengandalkan pariwisata menuju pengembangan ekonomi lokal, seperti mengembangkan kerajinan masyarakat Bali.

Begitu pula dengan NTB, tambahnya, yang merencanakan untuk bertransformasi dari sekadar mengandalkan pariwisata, menuju ke pengembangan masyarakat desa lewat program 1 desa 10 insinyur.

Di NTT sendiri, lanjut VBL, pemerintah juga melakukan transformasi ekonomi dalam beberapa hal, seperti mengembangkan energi terbarukan dari cahaya matahari. Salah satunya di Sumba, daerah yang diketahui memiliki intensitas cahaya matahari paling tinggi di NTT.

Selain itu, mengurangi impor daging dan garam juga, kata VBL, sedang diupayakan pemerintah NTT. Dengan cara ini, NTT mengandalkan banyak potensi yang ada untuk mentransformasi ekonomi ke arah yang lebih baik.

Meski begitu,  tandas VBL, transformasi ekonomi yang ada di NTT nantinya, harus dirasakan juga manfaatnya oleh NTB dan Bali, seperti manfaat dari energi terbarukan dari cahaya matahari.

Begitu juga dengan transformasi ekonomi lainnya di NTT, perlu dirasakan bersama, khususnya dalam konteks Balinusra. “Kalau kita bertiga kita pulihkan ekonomi, tetapi kalau satu-satu kita sulit membangun,” tutupnya.

Hadir dalam zoominar, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Bali Wayan Koster, Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho, Direktur KPw BI Bali Rizki E Wimanda, dan selaku MC Dessy Fridayanthi. (Yan/ol)

Leave a Comment