Tujuh Kabupaten di NTT Kurang Inovatif

Marius Ardu Jelamu Kabiro Administrasi Pimpinan Sekda NTT

Kekson Salukh

KEPALA Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Balitbang Kemendagri), Agus Fatoni menyebut tujuh kabupaten di NTT memiliki nilai indeks inovasi terendah.

“Selain tujuh kabupaten di NTT, lima provinsi lainnya juga yang memiliki nilai indeks inovasi terendah berdasarkan hasil penilaian Indeks Inovasi Daerah 2020,” ungkap Agus Fatoni pada kegiatan Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota Tahun 2021, Rabu (16/6) lalu di Jakarta.

Fatoni menerangkan, rendahnya skor indeks tersebut dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya dipicu kurang maksimalnya Pemkab dalam melakukan pelaporan inovasi. Sering kali Pemkab tidak memenuhi persyaratan yang diberikan, kendati daerah tersebut sejatinya
memiliki berbagai terobosan kebijakan.

“Bisa jadi pemkab memiliki inovasi yang cukup banyak, tetapi tidak dilaporkan, atau bisa saja dilaporkan tetapi tidak evidence based dan ditunjang data-data pendukung yang ada,” katanya.

Dia mengimbau Pemkab yang memperoleh hasil skor indeks rendah untuk segera berbenah. Para kepala daerah diminta untuk melakukan langkah strategis dengan jajarannya, yakni menyinergikan perangkat daerah untuk melahirkan inovasi baru.

Di sisi lain, peran dan fungsi litbang daerah harus diperkuat untuk mendukung terobosan kebijakan melalui pengkajian dan penelitian. “Kolaborasi dengan para aktor inovasi juga wajib dilakukan. Selain itu tiap perangkat daerah harus menumbuhkan budaya inovasi,” pintanya.

Ia menambahkan, hasil penilaian Indeks Inovasi Daerah, menjadi masukan bagi Kemendagri untuk melakukan pembinaan dan pengawasan. Penilaian indeks juga diharapkan dapat memotivasi daerah agar senantiasa meningkatkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menanggapi pernyataan tersebut Pemerintah NTT melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekda NTT, Marius Ardu Jelamu saat menggelar konferensi pers di lobi kantor Gubernur NTT, Sabtu (19/6), minta pemkab di wilayah NTT agar selalu kreatif dan inovatif dalam menata birokrasi pemerintahan maupun pembangunan daerah.

“Mungkin tujuh kabupaten itu selama ini melakukan banyak inovasi tapi tidak dilaporkan kepada Mendagri, atau mungkin melaporkan tetapi tidak dilengkapi dengan data-data yang mendukung sehingga kita berharap tujuh kabupaten tersebut bisa memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pembangunan di daerah,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi NTT, kata Marius, meminta tujuh kabupaten itu memperbaiki dan membuat inovasi-inovasi daerah, dan menyiapkan data-data kemudian dikirim ke Kemendagri supaya indeks inovasi daerah bisa ditunjukkan kepada publik bahwa kabupaten-kabupaten di NTT itu memiliki inovasi yang menarik untuk dikembangkan.

Kendati demikian, Marius mengucapkan terima kasih kepada Mendagri yang melakukan perengkingan seperti itu untuk memacu dan memotivasi daerah-daerah di Indonesia khususnya di NTT untuk kreatif dan inovatif dalam membangun daerah. (mg-10/ari)

@7 Kabupaten di NTT yang Kurang Inovatif:

1. Malaka
2. Timor Tengah Utara
3. Sabu Raijua
4. Kabupaten Manggarai
5. Manggarai Barat
6. Manggarai Timur
7. Ngada

@ 5 Provinsi yang Kurang Inovatif:

1. Nusa Tenggara Barat
2. Kalimantan Barat
3. Maluku
4. Kalimantan Timur
5. Gorontalo

Leave a Comment