Upacara Hari Santri di Sikka Dirayakan di Pinggir Pantai

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo saat bertindak sebagai inspektur Upacara peringatan HSN ke-7 Tingkat Kabupaten Sikka di Gunung Sari, Jumat (22/10) siang.

Yunus Atabara

 

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menghadiri sekaligus menjadi inspektur upacara pada Hari Santri Nasional  (HSN) ke 7 tingkat Kabupaten Sikka, NTT

Upacara HSN di Kabupaten Sikka sangat unik karena digelar langaung di pinggir Pantai Sawengka Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Jumat (22/10). Menariknya lagi, panggung untuk inspektur upacara dibangun di tengah lain.

Bupati Fransiskus Roberto Diogo yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabuoaten Sikka Ny. Maria Cahyani Idong bersama rombongan, disambut tarian adat dan pengalungan selendang oleh tokoh adat desa Gunung Sari.

Sambutan tertulis Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang dibacakan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengatakan zaman dahulu santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, hari ini santri akan berjuang mengisi kemerdekaan dengan tidak memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Indonesia.

Siaga raga berarti badan, tubuh dan tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Santri tidak pernah lelah, dan berusaha terus berkarya untuk Indonesia.

Siaga jiwa raga merupakan komitmen santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan tentang ilmu dan akhlak yang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melainkan juga tazkiyatun nafis, menyucikan jiwa dengan cara digembleng berbagai “tirakat” lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hadir dalam perayaan HUT HSN tingkat Kabupaten Sikka yakni Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Maria Cahyani Idong, pimpinan OPD Kabupaten Sikka, Camat Alok, para kepala desa, BPD, para kepala sekolah, tokoh adat, tokoh masyarakat serta para Santri.(Yan/ol)

Leave a Comment