Urusan Administrasi di Kota Kupang Tidak Wajib Pakai Sertifikat Vaksin

Putra Bali Mula

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, menilai meningkatnya animo masyarakat untuk mendapatkan vaksin disebabkan adabya kabar bahwa sertifikat vaksin menjadi syarat urusan administrasi apapun.

Tapi, ia menegaskan syarat tersebut tidak wajib. Ia mencontohkan aturan Kementerian Perhubungan misalnya, untuk perjalanan dari dan tujuan NTT tidak wajib vaksin melainkan rapid antigen atau PCR.

Hal ini disampaikan kepada media usai rapat Forkopimda Kota Kupang mengenai penentuan pelaksanaan shalat Idul Adha dan percepatan vaksinasi di Balai Kota, Kamis (15/7).

“Salah satu alasannya bahwa mereka dengar segala urusan administrasi, perjalanan, harus pakai sertifikat vaksin. Tetapi kemarin saya nyatakan bahwa kebijakan itu saya longgarkan, termasuk perjalanan ke luar daerah karena Menteri Perhubungan juga minta tidak mandatori atau tidak wajib sertifikat vaksin, tetapi rapid antigen berlaku 1 x 24 jam dan PCR berlaku 2 x 24 jam,” jelasnya.

Selain karena kabar di atas, Herman menilai masyarakat beberapa waktu terakhir juga terpengaruh dengan kabar vaksinasi berbayar yang santer beredar di media sosial. Sementara sebenarnya arahan pusat berbeda dan itu ada pada wilayah tertentu.

“Ini menakutkan mereka,” kata Herman.

Animo masyarakat di Kota Kupang diakuinya memang sangat tinggi dilihat dari penumpukan di Kejaksaan Tinggi NTT dan Poltekkes Kemenkes Kupang.

Terkait itu, kata dia, para penyelenggara kegiatan vaksin dengan kerumunan ini telah mendapatkan peringatan dan pembubaran. Penyelenggara diminta menata ulang kegiatan dan ini dinilainya sudah menjadi ganjaran karena menjadi beban biaya baru penyelenggara.

“Karena kita tidak ada sanksi pidananya,” kata dia.

Teguran langsung, lanjut Herman, juga sudah dilakukan pihak Pemerintah Kota Kupang yang cukup memberikan dampak psikologis bagi penyelenggara untuk berhati-hati ke depan. Pemerintah juga akan bertanggungjawab apabila muncul klaster baru dari gelombang kerumunan vaksin yang terjadi berhari-hari ini. (bev/ol)

Leave a Comment