Usaha Barbershop sangat Merasakan Dampak Pandemi

Oskar Faot, sedang memangkas rambut salah satu pelanggannya, Senin 11 Oktober 2021. Foto: Sinta Tapobali vn

Sinta Tapobali

 

Semua usaha atau bisnis mengalami dampak buruk akibat Pandemi Covid-19. Bahkan, bisnis apa saja tidak mudah bertahan di tengah Pandemi Covid-19. Usaha pangkas rambut atau barbershop menjadi salah satu sektor usaha kecil yang cukup terdampak pandemi Covid-19.

Ini dikarenakan barbershop merupakan penyedia layanan jasa yang mengharuskan untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan. Sehingga pelanggan enggan untuk memangkas rambut di barbershop karena takut akan penyebaran Covid-19.

Selain itu, adanya kebijakan PPKM membuat bisnis ini mengalami penurunan pendapatan hingga berujung kebangkrutan.

Aldo Bima adalah salah satu pemilik Barbershop di Kelurahan Penfui. Ditemui VN di tempat usahanya, Aldo mengaku bahwa usaha yang ia rintis pada awal 2020 tersebut, sangat terdampak pandemi Covid-19. Sejak pandemi merebak, usahanya mengalami penurunan pendapatan yang sangat signifikan.

Aldo yang juga merupakan seorang mahasiswa ini mengaku, dengan bermodal uang 2 juta ia membuka usaha pangkas rambut bersama saudaranya. Awalnya usaha ini mendatangkan keuntungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya. Namun setelah pandemi, usahanya sangat sepi, bahkan sampai tidak memiliki pelanggan sama sekali.

“Biasanya abis pulang kuliah itu saya lanjut kerja potong rambut. Sebelum pandemi penghasilannya itu lumayan, setidaknya bisa membantu saya memenuhi kebutuhan kuliah. Tetapi setelah pandemi usaha saya itu sangat sepi apalagi pada saat awal-awal muncul Covid-19. Sebelum Covid-19 dalam sehari bisa sampai Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu, tapi sejak Covid-19 hanya bisa dapat paling banyak itu Rp 40 ribu kadang bisa juga sampai Rp 50 ribu,” ujar Aldo.

Oskar Faot pemilik usaha pangkas rambut di Kelurahan Oebufu juga mengutarakan hal senada. Saat ini dalam sehari ia hanya bisa mendapatkan 4 hingga 5 pelanggan.

“Itupun yang sudah jadi pelanggan tetap. Dari kawan-kawan main dan kenalan saja yang sekarang sering datang ke sini,” ujar Oskar.

Terkait prokes, baik Aldo maupun Oskar mengutarakan bahwa mereka dalam menjalankan usahanya selalu mematuhi protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan di depan tempat usaha mereka.

“Ini karena sangat panas makanya saya buka masker dulu, biasanya juga saya pakai. Di depan ada tempat cuci tangan juga,” ujar Oskar sembari memangkas rambut salah satu pelanggannya.

Oskar percaya bahwa meski di tengah pandemi, rezeki pasti akan selalu ada. “Saya percaya rezeki itu selalu ada, karena bagi saya usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Selama saya bekerja dengan rajin dan kerja dengan cara yang benar maka rezeki pasti akan ada,” tambah Oskar Faot. (Yan/ol)

Leave a Comment