Vaksin di TTU Kosong, Target Satu Juta Vaksin Ala Jokowi Terhambat

Tampak salah satu jurnalis di TTU tengah menjalani vaksinasi tahap dua yang digelar di Kantor Bupati TTU, beberapa waktu lalu.
Tampak salah satu jurnalis di TTU tengah menjalani vaksinasi tahap dua yang digelar di Kantor Bupati TTU, beberapa waktu lalu.

Gusty Amsikan

Ketersediaan Vaksin tahap 1 maupun tahap 2 di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur kosong. Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU melalui Dinas Kesehatan Kabupaten TTU telah mengajukan usulan permintaan 500 vial vaksin dosis 1 dan dosis 2 ke Pemerintah Provinsi NTT. Usulan permintaan tersebut diharapkan dapat secepatnya direalisasikan, lantaran jadwal pemberian vaksin tahap dua untuk masyarakat yang telah menjalani vaksinasi tahap satu semakin dekat.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat, kepada media ini, Jumat (30/7) di Kefamenanu.

Kristoforus mengatakan stok vaksin dosis 1 dan dosis 2 di Gudang Farmasi Kabupaten TTU saat ini kosong. Permintaan sudah disampaikan 21 Juli lalu.

Pihaknya telah mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten TTU untuk segera mengomunikasikan hal tersebut dengan Pemerintah Provinsi. Langkah itu dilakukan agar mencegah jangan sampai interval waktu antara pemberian vaksin tahap pertama dan kedua terlalu jauh. Pasalnya, berdasarkan literatur dan referensi yang ada, jika jarak antara pemberian vaksin tahap pertama dan tahap kedua terlalu jauh, maka fungsi vaksin  akan menurun.

“Itu berdasarkan literatur dan referensi yang ada. Kalau terlalu jauh, pasti fungsi vaksinnya menurun. Walaupun ada masa toleransi empat belas hari ditambah tiga hari lagi. Tapi, jangan sampai terlalu lama, karena akhirnya manfaat vaksin berkurang karena jarak antara pemberian pertama dan kedua terlalu jauh,”jelas Kristoforus.

Ia menambahkan, kurang lebih ada 500 vial yang diusulkan untuk diperoleh untuk vaksin dosis 1 dan dosis 2. Pihaknya berharap bisa memperoleh vaksin lebih dari jumlah yang diusulkan karena antusiasme warga cukuop tinggi.

Selain itu, stok vaksin dari Pemerintah Pusat terbatas. Alokasi vaksin ke setiap kabupaten pun akan disesuaikan berdasarkan kondisi Covid-19. Karena Kabupaten TTU saat ini berada di zona merah level 3, jumlah vaksin yang dialokasikan pun disesuaikan dengan kondisi. Hal serupa juga terjadi pada proses distribusi vaksin ke kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten TTU.

“Kita juga mendistribusikan vaksin ke kecamatan berdasarkan zona. Kecamatan mana saja yang jumlah pasien positifnya paling tinggi kita fokus ke sana. Untuk Kabupaten TTU kita fokus pada Kecamatan Kota Kefamenanu, Insana Tengah dan beberapa kecamatan zona merah dan kasusnya tinggi. Itu yang diintervensi terlebih dahulu sehingga bisa memutus rantai penyebaran covid-19,”pungkasnya.

Sementara Pelaksana tugas Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Theresia Mulowato, yang dikonfirmasi belum lama ini terkait ketersediaan O2 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, mengatakan dari 179 tabung 02 yang dimiliki RSUD Kefamenanu tersisa 30 tabung.

Pihak RSUD Kefamenanu telah mengajukan permintaan tambahan 100 tabung O2 kepada Pemerintah Pusat melalui BPBD. Namun, sampai saat ini permintaan tersebut belum terpenuhi karena stok 02 dikabarkan sedang kosong. (bev/ol)

Leave a Comment