VBL Hentikan Pemaparan Smart City Kota Kupang Di Hadapan Menkominfo

Putra Bali Mula

Presentasi tentang Smart City Kota Kupang yang dibawakan Andre Otta dari Diskominfo Kota Kupang beberapa kali dipotong oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Hal ini disaksikan oleh Menteri Kominfo RI, Jhony Plate bersama dengan 16 kepala daerah NTT lainnya di ASTON Kupang, Senin (28/6). Kementerian Kominfo saat itu menggelar acara Program Literasi Digital dan penyerahan simbolis pembangunan BTS BAKTI Kominfo.

VBL saat itu sering menyeletuk soal percepatan administrasi terkait lahan untuk membangun tower BTS saat pihak Kemkominfo memaparkan progres program itu. Pemaparan soal Smart City Kota Kupang juga mendapat interupsi beberapa kali dari Gubernur NTT ini.

VBL pertama kali menyela soal layanan perizinan di Kota Kupang. Ia meminta contoh lamanya waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian layanan perizinan sebelum dan sesudah ada Smart City.

“Untuk IMB (Izin Mendirikan Bangunan) bisa seminggu,” jawab Sekretaris Diskominfo Kota Kupang itu dari atas podium.

Terkait promosi daerah, Andre dalam materinya menyebut ekosistem pariwisata masih rendah sebelum Smart City dan saat ini yang diharapkan adalah intergrasi pelayanan pariwisata secara digital. Pencapaiannya kini, lanjut dia, adalah taman, lampu jalan dan air mancur.

Namun, VBL meminta bukti konkret yang disampaikan dengan data jelas soal perkembangan Smart City Kota Kupang secara keseluruhan.

Untuk diketahui, ada enam dimensi Smart City yaitu smart economy, smart mobility, smart environment, smart people, smart living dan smart governance. VBL ingin progres setiap dimensi disampaikan dengan data.

“Kita ini orang pintar, perlu data, bukan kata-kata,” tukas VBL dari tempat ia duduk.

Halaman presentasi lantas dimajukan kurang lebih empat kali ke materi tentang capaian utama tahun 2020/2021. Pada materi ini VBL kembali menghentikan Andre Otta dan meminta contoh efisiensi dari indikator capaian perizinan online Sipintar dan tanda tangan elektronik yang dipaparkan Andre. Tanggapan Andre tidak menyentuh maksud yang ditanyakan dan membuat VBL kembali mengulang komentar yang sama.

“Ini kita seperti kampanye. Jangan bicara abstrak tanpa bukti konkret!” ucap VBL.

Pemaparan soal Smart City Kota Kupang tidak sampai 15 menit dan diakhiri oleh Andre Otta saat itu. Video yang disiapkan juga tidak jadi diputarkan.

“Smart City tercapai dengan integrasi data, literasi digital, dan peningkatan kapasitas SDM,” tutup Andre.

Sebelum menuju tempat duduknya ia kembali mendapat pertanyaan oleh VBL soal Smart City serta progresnya. VBL mengingatkan agar data disiapkan. (bev/ol)

Leave a Comment