Vrijil dan Tasya Juara 1 Pemilihan Duta Bahasa NTT 2021

Juara 1 Duta Bahasa NTT foto bersama Kepala Kantor Bahasa NTT Syaiful Bahri Lubis (baju kuning), Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat dan para juri.

 

 

Beverly Rambu

Vrijilid Aditia Apaut dan Mutiara Anastasya Doek terpilih sebagai juara 1 dalam ajang pemilihan Duta Bahasa NTT tahun 2021 di Hotel Neo Kupang, Sabtu, (22/5).

Mereka berhasil menyisihkan 28 finalis lain dalam ajang bergengsi ini. Dari 30 finalis terjaring 10 besar finalis berdasarkan penilaian selama seleksi berlangsung. 10 besar finalis kemudian memoresentasikan rencana aksi atau krida ketika terpilih menjadi duta bahasa NTT 2021 dan mendapat pertanyaan dari para juri yakni Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat, Kepala Kantor Bahasa NTT Syaiful Basri, Dosen Bahasa Inggris Undana Hilda Nalley, Ina Djara dari TVRI Kupang dan Sulistyo Ambarsari dari Dinas Pendidikan NTT.

Vrijil dan Tasya mendapat hasil tertinggi dalam penilaian dewan juri dan berhasil meraih juara 1. Sementara juara 2 diraih Ovliando Boboy dan Sonya Akoit, juara 3 Alaso Lubalu dan Kurnia Albertus sementara juara harapan 1 diraih Ishak Leo dan Salsabila Bulan, juara harapan 2 Oswaldus Fraedi dan Melita Encik. Sementara juara favorit pilihan peserta diraih Stefanus Meak dan Caasticca Miranda.

Kepala Kantor Bahasa NTT Syaiful Bahri Lubis kepada VN mengatakan pemilihan kali ini sedikit berbeda dari cara penilaian di tahun-tahun sebelumnya.
Menurutya, pada pemilihan sebelumnya uji kemahiran berbahasa dilakukan usai pembinaan, namun kali ini 95 peserta yang mendaftar, langsung mengikuti Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI). Dari hasil tes, terjaring 30 peserta yang kemudian mendapat pembinaan bahasa, pengembangan wawasan danZ ketrampilan lain selama empat hari. Proses ini dinilai dan terpilih 10 besar finalis yang tampil membawakan presetasi krida malam ini.

Menurutnya, setiap rangkaian kegiatan yang diikuti 10 finalis dinilai dan diakumulasikan pada malam ini oleh para juri.

“Kami tidak lagi berdebat panjang karena dari akumulasi nilai, rata-rata penilaian kami searah untuk penentuan juara 1-5,” ungkapnya.

Syaiful mengatakan hal lain yang juga berbeda tahun ini yakni seleksi wawancara dilakukan secara virtual bagi peserta dari luar Kota Kupang sementara dari Kota Kupang, diwawancara secara tatap muka.

Menurutnya, rata-rata finalis dan pemenang sudah sangat potensial sehingga tinggal dipoles.

“Mereka rata-rata sudah menyiapkan diri untuk mengikuti ajang ini,” ungkapnya.

Ia mengakui meski potensial, salah satu kelemahan yang masih tampak dari pemenang dan peserta umumnya yakni pengetahuan soal budaya, bahasa daerah, dan bahasa asing. Pihaknya akan berupaya menyiapkan pemenang untuk mengeksplor lebih jauh soal bahasa daerah dan belajar bahasa asing serta menambah pengetahuan soal budaya NTT.

“Hal ini penting karena saat bersaing di tingkat nasional mereka akan membawa nama NTT,

Ia optimis dengan persiapan matang, NTT bisa menjadi juara 1 Pemilihan Duta Bahasa tingkat nasional tahun 2021.

Sementara Koordinator Pemilihan Duta Bahasa 2021, Wedya Dhaneswara mengatakan seleksi dan penjurian peserta kali ini cukup ketat dengan standar tinggi yang ditetapkan oleh Kepala Kantor Bahasa NTT yang baru. Penetapan standar ini harus dilakukan untuk menyaring peserta potensial dan pemenang yang bisa bersaing di tingkat nasional nanti.

Ia mengatakan selain seleksi UKBI, peserta juga harus menjalani sesi wawancara, unjuk bakat, dan membuat rencana aksi atau krida jika terpilih menjadi duta bahasa NTT.

Ia mengaku optimis Duta Bahasa NTT bisa bersaing di tingkat nasional. Namun, di tengah pandemi saat ini, keputusan untuk ikut bersaing di tingkat nasional harus atas persetujuan orang tua dan pemenang duta bahasa itu sendiri.

“Kalaupun yang juara 1 tidak bersedia dan kita ganti juara yang lain namun jika kridanya tidak mendukung maka tidak akan kami paksakan. Semuanya harus atas persetujuan orangtua. Kami siap mendukung untuk meningkatkan kemampuan yang belum maksimal misalnya bahasa asing,” ujarnya. (bev/ol)

Leave a Comment