Wabup Thomas Ola Ditunjuk jadi Pelaksana Tugas Bupati Lembata

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday

Hiero Bokilia

 

Sepeninggalan Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur yang telah dikebumikan pada Minggu (18/7), Gubernur NTT menunjuk Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday untuk melaksanakan tugas sehari-hari Bupati Lembata sampai dengan dilantiknya Bupati Lembata atau sampai diangkatnya pejabat Bupati Lembata.

Penunjukkan itu tertuang dalam surat Gubernur NTT Nomor Pem. 131/1/232/VII/2021 tertanggal 19 Juli 2021 yang ditandatangani Wakil Gubernur NTT Yosef A Nae Soi dan diterima Pemda Lembata pada Senin (19/7).

Dalam surat tersebut, ditegaskan bahwa berdasarkan pasal 78 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, ditegaskan bahwa kepala daerah/wakil kepala daerah berhenti karena meninggal dunia.

Di dalam ketentuan pasal 88 ayat (2) Undang-Undang 23 Tahun 2014 ditegaskan bahwa, dalam hal pengisian jabatan Bupati/Walikota belum dilakukan, Wakil Bupati/Wakil Walikota melaksanakan tugas sehari hari Bupati/Walikota sampai dengan dilantiknya Bupati/Walikota atau sampai diangkatnya pejabat Bupati/Walikota.

Sehubungan dengan itu, agar Wakil Bupati Lembata dapat melaksanakan tugas sehari-hari Bupati Lembata, sambil menunggu proses penetapan Kepmendagri tentang Pemberhentian Bupati Lembata dan Pengangkatan Wakil Bupati Lembata sebagai Bupati Lembata.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali kepada VN menjelaskan, terkait Bupati meninggal dunia dan Wakil Bupati melaksanakan tugas-tugas harian Bupati, ada beberapa dasar hukum, antara lain, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pasal 78, 79, 87 dan 88. Juga UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota: pasal 173, serta UU Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tatib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota dalam Pasal 23, 24 dan pasal 25.

“Saat ini telah diterima surat dari Gubernur NTT perihal penugasan Wabup sebagai Pelaksana Harian tugas-tugas Bupati sambil menunggu pengangkatan dan pengesahan Wabup sebagai Bupati Lembata. Ini sesuai pasal 88 UU Nomor 23 Tahun 2014,” kata Tapobali.

Ditanya jika Wabup Langodai diangkat menjadi Bupati apakah akan ada pengajuan pengganti Wabup, Tapobali menjelaskan bahwa sesuai ketentuan, masa jabatan Bupati tersisa di bawah 18 bulan, maka sudah tidak perlu lagi ada usulan Wabup baru ketika Wabup diangkat menjadi bupati. Karena itu, untuk Lembata, karena masa jabatan di bawah 18 bulan, maka tak perlu ada usulan Wabup pengganti.

Sesuai ketentuan, lanjutnya, untuk definitif Wabup sebagai Bupati, usulan DPRD maksimal 10 hari dan dilaksanakan dalam Paripurna pemberhentian dan pengangkatan Wabup sebagai Bupati. Selanjutnya, DPRD mengusulkan kepada Mendagri melalui Gubernur. Jika ketentuan itu tidak terjadi, maka Gubernur mengusulkan ke Mendagri untuk mendapat penetapan dan pengesahan. Selanjutnya dilantik sesuai ketentuan yang ada. (Yan/ol)

Leave a Comment