Warga Fatukoa Ramai-ramai Bongkar Ulang Pilar Batas Kelurahan

Warga membongkar ulang pilar batas antara Kelurahan Fatukoa dan Sikumana, Selasa 21 September 2021.

Yapi Manuleus

Warga Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT ramai-ramai membongkar pilar batas antara wilayah Kelurahan Sikumana dan wilayah Kelurahan Fatukoa yang sebelumnya sudah terpasang di lokasi batas antara dua kelurahan tersebut.

Pembongkaran dilakukan karena warga Kelurahan Fatukoa tidak terima wilayah RT 09/RW 03 Kelurahan Fatukoa dicaplok masuk ke dalam wilayah Kelurahan Sikumana. Padahal wilayah tersebut sudah diakui semenjak Kota Kupang terbentuk masuk wilayah Kelurahan Fatukoa.

Pantauan VN di lokasi tersebut pada Selasa (21/9), tampak hadir pada pembongkaran pilar batas tersebut para Ketua RT/RW Kelurahan Fatukoa, tokoh masyarakat dan warga. Turut hadir Camat Maulafa, Matheus Da Costa, Lurah Fatukoa Merkiul Nakmofa, Lurah Sikumana Getruida Isabela, Ketua LPM Kelurahan Fatukoa Onisimus Lasa, Anggota DPRD Kota Kupang Yusuf Abjena, ikut hadir menyaksikan langsung proses pembongkaran pilar batas tersebut.

Hadir pula Kasubag Administrasi Kewilayahan pada bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang Jefri Baitanu bersama beberapa stafnya di lokasi tersebut.

Terlihat lokasi yang disengketakan yakni di samping ruas jalur 40 yang berbatasan langsung dengan wilayah RT13 Kelurahan Sikumana.

Warga pun terlihat membongkar sebanyak dua pilar batas yang sudah terpasang sebelumnya di lokasi tersebut. Namun setelah dibongkar, pilar-pilar batas tersebut masih dibiarkan begitu saja di lokasi itu.

Terlihat pula warga Fatukoa bersama Kasubag Administrasi Kewilayahan Tata Pemerintahan Kota Kupang Jefri Baitanu sedikit bersih tegang sebelum membongkar dua pilar batas tersebut.

Warga mengaku bahwa saat memasang pilar batas tersebut hanya sepihak dan tidak diketahui mereka. Padahal batas sesungguhnya masih jauh dari titik lokasi tersebut yang sudah diakui semenjak kota Kupang terbentuk.

Anggota DPRD Kota Kupang Yusuf Abjena dalam kesempatan tersebut mengaku bahwa terkait pembongkaran itu sudah sesuai dengan surat perintah dari Sekda Kota Kupang Fahrensi Funay.

“Ini sebenarnya tidak ada masalah lagi, kan surat dari Pak Sekda sudah jelas bahwa kembalikan batas pada titik semula, jadi ini tidak ada persoalan lagi,” kata Yusuf.

Namun, Kasubag Administrasi Kewilayahan Setda Pemerintahan Kota Kupang Jefri Baitanu, dalam kesempatan tersebut mengaku bahwa pilar batas tersebut hanya dibongkar saja, namun pihaknya akan segera berkordinasi dulu untuk bisa memasang kembali di titik yang diinginkan. Sehingga tidak terjadi konflik di antara masyarakat Sikumana maupun Fatukoa.

“Ini kan masih ada tendensi dari masyarakat Sikumana. Jadi kita pending dulu. Nanti kita akan duduk bersama untuk bisa kita selesaikan dengan baik,” katanya.

“Kan ini hanya misskomunikasi saja. Jadi nanti kita akan rapat bersama, nanti kita akan sampaikan hasilnya. Kan Pemerintah menyelesaikan masalah tanpa masalah, supaya tidak terjadi masalah baru,” tambahnya.

Lurah Sikumana Getruida Isabela yang di wawancarai VN sehabis kegiatan pembongkaran tersebut mengaku belum menerima keputusan tersebut karena ketidak hadiran tokoh masyarakat dari kelurahan Sikumana yang ikut dalam kegiatan itu.

Sementara Lurah Fatukoa Merkiul Nakmofa yang ikut diwawancarai VN mengaku bahwa keputusan pembongkaran pilar tersebut sudah sesuai rapat bersama Asisten I Setda Kota Kupang maupun Sekda Kota Kupang beberapa waktu yang lalu.

“Ini kita sudah rapat, jadi sesuai keputusan harus kembali pada titik semula. Karena di dalam wilayah kami RT09 ini ada sebanyak 55 Kepala Keluarga di dalam yang merupakan warga kami, jauh lebih banyak warga Sikumana,” katanya.

Sementara surat keputusan yang ditanda tangani langsung Sekda Kota Kupang Fahrensi Funay tertanggal 26 Maret 2021, dengan nomor: 024/Pem.594/III/2021 mengatakan bahwa berdasarkan hasil keputusan rapat penyelesaian batas wilayah kelurahan antara Sikumana dan Fatukoa, maka sebagian wilayah RT09/RW03 Kelurahan Fatukoa berbatasan dengan Kelurahan Sikumana yang masuk dalam wilayah Kelurahan Sikumana akibat dari penetapan batas wilayah Kelurahan Tahun 2020, dengan ini dikembalikan pada peta kelurahan Fatukoa sesuai dengan titik-titik batas yang sebenarnya, dengan memperhatikan undang-undang Nomor 05 Tahun 1996 tentang pembentukan Kota Madya Kupang. (Yan/ol)

Leave a Comment