Waspada! Setelah Dihipnotis, Emas dan Uang Korban Dibawa Kabur

Rudi, warga Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, saat diamankan di Polres TTU.

Gusty Amsikan

Kasus penipuan kembali terjadi di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT. Pasangan suami istri, Pono Hendrikus dan Maria Nahak, warga Maslete, RT 044, RW 001, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, menjadi korban penipuan seorang laki-laki yang diketahui bernama Rudi, warga Bontoloe, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamo, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pelaku, yang bertandang ke rumah korban dengan modus menawarkan jasa pijat tradisional diduga berhasil menghipnotis korban dan membawa kabur perhiasan dan uang tunai milik korban. Beruntung pelaku berhasil diamankan pihak keluarga korban dan dibawa ke Mapolres TTU untuk proses hukum selanjutnya.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini di lapangan, Kamis (3/6) menyebutkan pada Rabu (2/6) sekira pukul 11.30 Wita, pelaku mendatangi kediaman pasangan suami istri,  Pono Hendrikus dan Maria Nahak, dan menawarkan jasa pijat tradisional dengan mahar Rp 2.000.000. Mendengar tawaran pelaku, pasangan suami istri tersebut langsung mengiyakan. Karena  tidak memiliki uang mahar sebanyak permintaan pelaku, korban Maria yang diduga sudah berada di bawah pengaruh hipnotis pelaku, lalu menawarkan jaminan berupa kalung emas dan uang sebesar Rp 500.000.

Pelaku pun setuju dengan barang jaminan tersebut dan mulai memijat suami korban, sementara korban mengambil jaminan yang disepakati. Setelah menyerahkan uang dan barang jaminan kepada pelaku, korban Maria langsung kembali ke kios. Saat itu, pelaku sementara memijat suami korban. Sayangnya, saat  kembali ke dalam rumah, korban mendapati suaminya sendiri di dalam rumah, sementara pelaku  tidak berada lagi di rumah.

Korban akhirnya menyadari ternyata ia dan suaminya telah ditipu oleh pelaku. Korban kemudian  memberitahukan kejadian tersebut kepada anaknya. Sang anak pun kemudian mengejar dan mencari keberadaan pelaku. Pelaku akhirnya ditemukan di Terminal Bus Kefamenanu.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, ketika dikonfirmasi media ini, Kamis (3/6) membenarkan pihaknya menerima laporan dari terkait  tindak pidana penipuan tersebut. Setelah menerima laporan, pihak Polres TTU langsung bergerak dan mengamankan pelaku untuk proses hukum selanjutnya.

“Pelaku sudah berhasil kita amankan untuk kepentingan proses penyelidikan. Kita berharap agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada dengan orang baru atau tamu tak dikenal agar peristiwa ini tidak terulang kembali,”pungkasnya. (Yan/ol)

Leave a Comment