Wisatawan Asal Makassar Meninggal saat Berwisata di TNK

Inilah jasad wisatawan asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ichsan Wisan yang meninggal di Taman Nasional Komodo, saat tiba di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa 26 Oktober. Foto: Gerasimos Satria vn

Gerasimos Satria

 

Seorang wisatawan asal Kota Makassar,Provinsi Sulawesi Selatan, Ichsan Wisan meninggal dunia di objek wisata Long Beach, Pulau Padar, Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (26/10) siang. Korban diduga meninggal usai berenang di sekitar Pulau Padar, TNK.

Kepala Pos SAR Labuan Bajo,Edi mengatakan pihaknya menjemput korban di Pulau Komodo,kemudian membawa jasad korban ke Labuan Bajo.Pihaknya mendapatkan korban di Pulau Komodo dalam keadaan tidak bernafas atau meninggal dunia.

Berdasarkan laporan yang diterima, kata dia, sekitar pukul 09.40 Wita ada wisatawan yang tenggelam di Pantai Long Beach. Kejadian berlangsung sekitar 10 menit dan korban kemudian mendapatkan pertolongan pertama dari crew kapal dan tidak lama korban dibawa ke Pustu Komodo yang terdekat.Tim gabungan tiba di lokasi dan berdasarkan evaluasi dari petugas Pustu Komodo korban sudah meninggal dunia. Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki berusia 56 Tahun.

Dia mengatakan korban ke Obyek wisata Komodo bersama 11 wisatawan lainnya.Mereka mengunakan Kapal wisata Natural 001,GT 40 dengan Crew kapal 5 orang dan Kapten Kapal Syahrudin.Mereka berangkat dari Labuan Bajo pada Hari Senin (25/10) dan rencananya akan kembali ke Labuan Bajo pada Hari Rabu (27/10).

Kronologis

Kapten Kapal KLM Natural 001, Syahrudin mengatakan korban sebelumnya sedang melakukan perjalanan wisata bersama 11 wisata lainnya di perairan Taman Nasional Komodo selama 3 hari dua malam menggunakan KLM Natural 001.Rombongan wisatawan berangkat dari Labuan Bajo, Senin (25/10/2021) menuju Pulau Kalong dan selanjutnya bermalam di sekitaran Pulau Padar. Selasa 26 Oktober 2021, pukul 05.00 Wita, korban bersama wisatawan lainnya tiba di Pulau Padar untuk selanjutnya melakukan trekking menuju puncak Pulau Padar.

Saat korban sedang menaiki anak tangga menuju Puncak Pulau Padar, korban sudah menunjukkan kondisi tidak sehat dan terlihat mengalami sesak nafas. Korban kemudian memutuskan untuk membatalkan aktivitas trekking menuju puncak Pulau Padar dan kembali ke kapal.

Pukul 08.00, korban dan 11 wisatawan lainnya tiba di Long Beach dan melakukan aktivitas snorkeling. Namun korban diketahui tidak ikut melakukan snorkeling karena merasa sedang tidak enak badan. Kondisi ini pun disampaikan ke kapten kapal dan memilih beristirahat di kapal.

“Awalnya kita tanya kenapa tidak ikut snorkeling, katanya lagi tidak enak badan. Setelah itu kita izin untuk melanjutkan kegiatan di atas kapal,” ujar Sahrudin.

Dia mengaku dirinya  bersama anak buah kapal dikagetkan dengan informasi bahwa korban ditemukan sudah pingsan di bibir Pantai Long Beach. “Berarti korban berenang tanpa sepengetahuan kami. ABK di kapal tidak ada yang lihat korban saat berenang termasuk tamu-tamu lainnya,” jelasnya.

Dia menambahkan Korban kemudian mendapatkan pertolongan pertama dari para crew kapal dengan menekan perut korban yang sempat mengeluarkan air dari dalam perut korban. Namun karena dirasa kondisi korban semakin memburuk, para crew kapal memutuskan membawa korban ke Pustu Kampung Komodo, namun sayang nyawa korban tidak tertolong.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Manggarai Barat IPTU  Yoga Dharma Susanto menyampaikan, hingga saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk istri korban. Dari pemeriksaan awal, korban diketahui memiliki riwayat sakit jantung.

“Kronologisnya wisatawan ini awalnya melakukan trekking di Pulau Padar, tetapi karena mengalami sesak nafas mereka melanjutkan kegiatan snorkeling di Long Beach. Untuk detail terkait kronologinya untuk sementara kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di antaranya keluarga dan ABK. Untuk dugaan awal, berdasarkan hasil pemeriksaan istri korban, korban memiliki riwayat sakit jantung,” jelas  Yoga Susanto.

Dia mengaku pihaknya akan memeriksa para kapten dan ABK kapal serta guide maupun agen perjalanan wisata yang mengakomodir perjalanan wisata korban. Menurutnya, pemeriksaan mendalam dilakukan untuk memastikan tidak terdapat unsur kelalaian dari para crew kapal dan guide yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Menurut Yoga, jasad korban sementara dibawa ke RSUD Komodo dan rencananya akan diterbangkan ke Sulawesi Selatan, Rabu,27 Oktober 2021 besok. (Yan/ol)

Leave a Comment