Wujudkan PSU Sabu Raijua Damai

Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Rihi (tengah) bersama KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan Forkopimda Sabu Raijua, Sabtu (3/7) ikrarkan PSU Pilkada Sabu Raijua Damai di aula kantor bupati, kemarin.

Kekson Salukh

 

SELURUH elemen terkait di kabupaten Sabu Raijua berkomitmen untuk mewujudkan pemungutan suara ulang (PSU) yang aman, damai dan lancar untuk menghasilkan Kepala Daerah Definitif.

Komitmen itu dibuktikan dengan dilakukannya Ikrar PSU Pilkada Sabu Raijua damai yang dipimpin Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris Rihi bersama KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan Forkopimda Sabu Raijua, Sabtu, (3/7) di aula kantor bupati.

Doris dalam sambutannya mengatakan, ikrar bersama itu bertujuan untuk mewujudkan rasa aman dan damai dalam mendukung pelaksanaan PSU.

Lanjutnya, ikrar itu untuk menunjukkan ke dunia bahwa masyarakat Sabu Raijua siap menyukseskan PSU, karena banyak kekhawatiran tentang palaksanaan PSU, serta sebagai contoh untuk provinsi dan kabupaten-kabupaten lain yang melaksanakan Pilkada.

“Ikrar yang kita tandatangani ini menetralkan para kandidat, pendukung dan masyarakat Sabu Raijua siap menerima apapun hasilnya,” tandasnya.

Menurut Doris, masyarakat Sabu Raijua dituntut untuk mensukseskan PSU agar mendapat pemimpin definitif, sehingga semua masyarakat Sabu Raijua harus berpartisipasi mensukseskan PSU dengan menjaga keamanan, ketertiban serta tidak boleh ada silang pendapat.

Masyarakat harus menjamin supaya tidak ada interaksi yang tidak membangun budaya msayarakat Sabu Raijua. “Saya tekankan di sini mari kita sama-sama wujudkan budaya masyarakat Sabu seperti yang orangtua kita wujudkan terdahulu. Sabu yang punya rasa kebersamaan, rasa kekeluargaan, saling menghormati dan berani menyampaikan pendapat di depan,” tegasnya.

Doris meminta kepada penyelenggara agar menjaga netralitas, tidak hanya ASN, tapi KPU, Bawaslu, dan aparat kemanan yang terdiri dari TNI-Polri harus netral.

Ia menambahkan, perkembangan covid-19 meningkat beberapa hari terakhir. Sesuai laporan Dinkes NTT tanggal 2 Juli 2021 ada penambahan 27 orang. Pemerintah sudah mengambil sikap sejak tanggal 1 Juli lalu dengan mengeluarkan Surat Edaran kepada masyarkat umum dan juga Surat Edaran untuk ASN agar tidak boleh berpergian ke luar daerah jika tidak ada urusan yang penting.

“Masyarakat dan pelaku perjalanan wajib mengantongi hasil rapid antigen. Pemkab sudah menyiapkan tempat untuk isolasi mandiri, dan para camat juga telah diperintahkan agar menyiapkan lokasi karantina di tingkat kecamatan,” pungkasnya.

Kapolres Sabu Raijua, AKBP Jakob Saubelan mengimbau masyarakat agar selama pelaksanaan PSU harus mematuhi protokol kesehatan dengan tidak berkerumun saat mendatangi tempat pemungutan suara (TPS).

Kapolres, sangat mengharapkan keterlibatan masyarakat membantu aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan hubungan kekeluargaan supaya semua tahapan bisa berjalan dengan aman.

“Kami menyampaikan kepada keluarga, orangtua dan seluruh masyarakat agar datang ke TPS jangan berkerumun, ataupun membuat acara-acara dalam hal ini kerumunan untuk mencegah varian baru covid-19,” katanya.

Ia menambahkan, anggota yang didatangkan ke Kabupaten Sabu Raijua berjumlah kurang lebih 172 personel, didukung oleh TNI sebanyak 100 personel dan dukungan-dukungan dari linmas dan lainnya.

Ketua DPRD Sabu Raijua, Paulus Rabe Tuka mengatakan, proses pilkada yang tidak dibarengi dengan kegiatan kampanye justru mendorong sebuah dinamika yang lebih positif dan damai.
Sehingga ia berharap kepada pihak pemerintah, penyelenggara pemilu, masyarakat luas dan kepada kedua pasangan calon bupati dan wakil serta seluruh tim sukses yang berkerja sampai tanggal 07 Juli untuk bekerja dengan tetap damai.

Ketua KPU, Kirenius Padji menambahkan, prinsip KPU Sabu Raijua bersama panitia, mulai dari PPK, PPS dan KPPS sudah siap menjalankan PSU. KPU mengharapkan dukungan dari semua pihak agar tetap menciptakan suasana yang kondusif, aman dan damai dalam menjalankan pesta demokrasi ini.
(ari/ol)

Leave a Comment