Bank NTT Dukung Peningkatan Ekonomi Desa

Tim penilai James D Adam saat memantau Kampung Adat Bena. Foto: Son/VN
Tim penilai James D Adam saat memantau Kampung Adat Bena. Foto: Son/VN

 

Son Bara

Bank NTT kini tak hanya berorientasi profit namun juga terlibat dalam program peningkatan ekonomi masyarakat desa mandiri untuk mewariskan kekayaan intelektual bagi generasi mendatang.

Program ini mendukung program Pemprov NTT dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain peningkatan ekonomi, program pendampingan desa juga sebagai upaya pelestarian adat, budaya dan mewariskan kekayaan intelektual dalam bentuk karya seni kepada generasi masa depan.

“Ada satu nilai luhur yang saya petik dari program pendampingan desa mandiri, dimana program ini secara tidak langsung mewariskan budaya intelektual yang sudah ada sejak dulu. Warisan intelektual berupa hasil tenunan dan kerajinan tangan, sangat tinggi nilainya. Dengan orogram ini saya yakin bisa menggairahkan kembali generasi muda untuk mewarisi kekayaan intelektual,” ujar James D Adam, Direktur¬†Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (CBIM) kepada VN Senin (7/6) saat bersama Bank NTT menilai salah satu desa binaan Bank NTT di Kampung Adat Bena.

Menurutnya, program pendampingan desa menuju kemandirian desa, sebagai bukti keterlibatan langsung manajemen Bank NTT dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Program ini harus berkesinambungan. Jangan ada ketergantungan kepada siapa pemimpinnya.

Menurut James, dalam melakukan penilaian Festival Desa Binaan Bank NTT, pihaknya berpatokan pada empat kriteria utama yakni tingkat kunjungan, sektor usaha, desa, ketrampilan, dan partisipasi masyarakat. Penilaian yang dilakukan sangat independen sesuai.

“Kita independen dalam memberikan penilaian sesuai fakta dan kondisi yang ada. Ini juga berkaitan dengan hasil yang akan kita umumkan dan nantinya akan dinilai oleh masyarakat. Yang paking penting bagi kita program ini sudah membantu melestarikan adat budaya, menggairahkan sektor pariwisata, melestarikan kekayaan intelektual dan berdampak langsung oada peningkatan perekonomian masyarakat. Ini contoh yang baik dari lembaga perbankan yang mau berpartisipasi langsung melakukan pendampingan bersama masyarakat. Konsep percepatan pertumbuhan ekonomi akan berdampak positif. Konsekwensinya juga akan berdampak pada penibgkatan pendapatan asli daerah baik ditingkat kabupaten dan provinsi,” tambah James.

Sementara Kepala Bank NTT Cabang Bajawa Andri Bere Mau menjelaskan program pendampingan yang dilakukan saat ini sebagai bentuk sinkronisasi kerja dan membantu Pemprov NTT dalam program peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kita membuka akses dan menyiapkan berbagai sarana serta membantu masyarakat sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Secara kusus yang kita siapkan itu dalam bentuk digitalisasi, agrowisata, budaya, serta menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat. Masing-masing kantor cabang menyiapkan satu desa wisata untuk dilombakan. Soal hasil lomba seperti apa itu bukan ranahnya kami lagi. Tetapi bagi kami kehadiran Bank NTT memberikan pendampingan ada nilai tambah dan bisa membatu program kerja pemerintah dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Tim penilai James D Adam bersama Kepala Bank NTT Kantor Cabang Bajawa Andri Bere Mau seta warga foto bersama usai peninjauan Kampung Adat Bena. Foto: Yunus/VN

Tim penilai James D Adam bersama Kepala Bank NTT Kantor Cabang Bajawa Andri Bere Mau seta warga foto bersama usai peninjauan Kampung Adat Bena. Foto: Son/VN

Ia mengatakan ke depan, pihaknya berencana menambah satu desa binaan di Kecamatan Aimere. Langkah ini untuk terus menggairahkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang lesu diterpa badai Covid- 19.

“Untuk penjurian sendiri kita tidak mengintervensi hasilnya seperti apa. Tim juri memberi penilaian sesuai fakta, kondisi, dan apa yang mereka temukan langsung dilapangan,” jelas Andri. (bev/ol)

Leave a Comment