Pengamanan di RS Jiwa Naimata Minim

Yapi Manuleus

Direktur Rumah Sakit Jiwa Naimata, Kota Kupang, NTT Aletha D. Pian kepada VN, Rabu (1/9) mengaku pengaman di RSJ masih minim.

Menurutnya, hanya ada tiga satpam yang bertugas menjaga lokasi dan pasien agar tidak kabur. Selain itu ada pula petugas dari Sat Pol PP yang diperbantukan di RSJ Naimata oleh Pemprov NTT.

Ia mengatakan pihaknya masih butuh penambahan satpam untuk mengantasipasi berbagai hal negatif terjadi seperti pasien kabur dan lain-lain apalagi RSJ Naimata menangani pasien khusus, pengamanan harus ekstra.

Terkait pasien RSJ Naimata yang kabut dan ditemukan meninggal dunia di wilayah Liliba, Pian menjelaskan pasien tersebut masuk ke rumah sakit jiwa pada Senin, 30 Agustus lalu diantar oleh keluarga.

Usai pemeriksaan oleh dokter dan perawat yang berjaga, pasien didiagnosa mengalami halusinasi dan psikotik, bukan masuk kategori akut.

“Kalau pasien akut kan itu dia harus ditempatkan di satu ruangan khusus karena berpontesi mencelakai diri sendiri dan orang lain. Tapi dia (pasien) ini tidak. Keluarga sendiri juga yang antar dan baru pertama datang di sini,” katanya.

Setelah berkas dan urusan adimintsrasi ditandatangani keluarga pasien dan pasien pun tampak koperatif maka pasien ditempatkan di salah satu ruangan dan dijaga oleh keluarga.

“Sebelum dia kabur, keluarganya ada tiga orang yang ikut jaga. Jadi menurut keluarganya dia izin untuk buang air. Tapi tidak mau diantar oleh keluarga. Jadi dia keluar, langsung kabur malam itu. Jadi, pada saat jam-jam begitu juga, kebetulan perawat yang jaga hanya tiga orang karena sudah jam 1 malam jadi mungkin tidak sempat lihat. Padahal dia sehat dan normal juga,” tambahnya.

Menurutnya, setelah melihat CCTV diketahui pasien tersebut kabur dari arah depan. Sehingga tidak ada yang sempat mencurigainya.

Ia mengaku hal ini baru pertama kali terjadi di RSJ Naimata. Usai kejadian, pihaknya melakukan rapat internal dan evaluasi agar kejadian serupa tak terulang.

“Terus terang kita di sini kurangnya itu hanya satpam, sehingga kita bersurat ke Gubernur sehingga dikasilah dua nggota Satpol PP untuk bantu jaga di sini. Jadi semua yang jaga ada 5 orang,” katanya.

Saat ini, pihaknya sedang mengusulkan untuk penambahan satpam.

“Kita di sini rawat dua macam pasien. Pasien jiiwa dan pasien Covid. Kalau pasien sakit jiwa yang kena Covid sekitar 4 orang, pasien jiwa yang tidak Covid sekitar 12 orang, kalau pasien Covid yang normal ada 22 orang,” tutupnya. (bev/ol)

 

Leave a Comment