PSI NTT Resmi Hadirkan Biro Perlindungan Perempuan dan Anak

Ketua Komite PPA PSI Pusat Karen Poore didampingi Ketua DPW PSI NTT betpose bersama para penguris PSI NTT lainnya usai Dilaunchingnya PPA PSI NTT, Minggu (4/7). Foto: Maykal/VN
Ketua Komite PPA PSI Pusat Karen Poore didampingi Ketua DPW PSI NTT betpose bersama para penguris PSI NTT lainnya usai Dilaunchingnya PPA PSI NTT, Minggu (4/7). Foto: Maykal/VN

Maykal Umbu

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT secara resmi menghadirkan Biro Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Biro ini bertujuan melindungi dan mendampingi seluruh perempuan dan anak NTT yang mengalami masalah dalam rumah tangga maupun yang mengalami masalah hukum.

Ketua DPW PSI NTT dr Christian Widodo kepada VN, Minggu (4/7) mengatakan, PSI secara resmi melaunching Biro Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Sesuai dengan motto kita maka biro ini dibentuk sebagai solidaritas PSI terhadap perempuan dan anak di NTT,” ujarnya.

Biro ini, kata dia, akan dibantu oleh Ketua Koordinator Komite PPA Karen Poore. Menurutnya, ketua Koordinator datang ke NTT untuk membantu memfasilitasi Biro ini.

“Karena sudah punya pengalaman dalam hal PPA, maka Ketua Koordinator datang untuk memfasilitasi sekaligus memberikan bantuan dalam memberikan pelindung bagi perempuan dan anak,” jelasnya.

Ketua Komite PPA PSI DPP Pusat Karen Poore mengatakan, ia diminta untuk menjadi koordinator perempuan dan anak.

“Saya menyadari bahwa saya tidak bisa kerja sendiri untuk meneruskan perjuangan perjuangan untuk perlindungan perempuan dan anak yang selama ini berjalan sendiri dengan kemampuan yang terbatas,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, saat bertemu dengan teman-teman PSSI di Jakarta ia menyadari bahwa PSI sangat peduli dengan isu perempuan dan anak.

“Isu ini mungkin sebagian orang tidak dianggap, akan tetapi perlindungan perempuan dan anak ini merupakan fenomena gunung es yang terjadi di negara kita khususnya di bagian timur yang banyak sekali kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.

Dari isu-isu tersebut, dirinya usai dilantik sebagai Ketua Koordinator PPA langsung memulai dari wilayah NTT untuk membentuk Biro PPA.

“Wilayah NTT dipilih pertama kali karena banyak kasus yang terjadi di sini,” katanya

Ia berharap biro ini dapat mengadvokasi secara hukum, memberikan bantuan psikologis dan pemberdayaan untuk bisa mandiri usai mendapatkan masalah.

“Saat ini kita sedang bekerja, kita juga akan melakukan yang terbaik sebagai solidaritas akan perempuan dan anak di NTT,” ungkapnya.

Ketua Biro Pelindung Perempuan dan Anak DPW PSI NTT Vera Therik mengaku sangat bersyukur.

“Biro ini menjadi kebutuhan yang penting saat ini karena melalui informasi yang kita dapat dan sedang diproses bahwa kasus perempuan dan anak di NTT sudah sangat banyak, untuk itu akan kita dampingi melalui biro ini,” jelasnya.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan tidak hanya pada kasus kecil tetapi sampai kasus besar.

“Pendampingan yang sama kita lakukan tidak hanya di di hilir saja tetapi di hulu juga. Jadi dari kasus yang dihadapi akan diberikan penguatan sehingga mampu menjadi perempuan mandiri,” Ujarnya.

Biro ini juga akan diberikan pendampingan hukum dan juga penanganan medis jika ada yang membutuhkan baik itu perempuan dan anak sesuai dengan biro ini dibentuk.

“Jadi untuk biro ini memamg dikhususkan bagi perempuan dan anak yang sedang dalam menghadapi masalah. Mereka akan ditangani oleh orang-orang pada bidangnya masing-masing,” Ujarnya. (mg-21/C-1)

Leave a Comment