187 Desa di TTU Dilanda Kekeringan dan Ancaman Kebakaran

Gusty Amsikan

Sebanyak 187 desa/kelurahan di 24 kecamatan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT mengalami bencana kekeringan tahun ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU telah mempersiapkan bantuan air bersih bagi desa-desa yang mengalami kekeringan terparah. BPBD TTU juga sigap menangani bencana kebakaran yang hampir setiap pekan terjadi di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten TTU, Yosefina Lake, kepada VN, Jumat (22/10) mengatakan anggaran untuk pengadaan bantuan air bersih bagi desa/kelurahan terdampak bencana kekeringan tahun ini sangat kecil sehingga tidak bisa menyalurkan bantuan air bersih bagi semua wilayah desa/kelurahan yang terdampak bencana kekeringan. Bantuan hanya diberikan bagi 24 desa/kelurahan paling parah terdampak bencana kekeringan.

“Kita tidak bisa membantu semua desa. Hanya 24 desa saja. Kita bagi rata di 24 kecamatan. SK sudah ditandatangani oleh Bupati. Kita tinggal melakukan persiapan, mungkin minggu depan akan kita lakukan distribusi air bersih,”jelasnya.

Yosefina menambahkan pihaknya juga saat ini tengah mengupayakan bantuan dari BPBD Provinsi NTT. Pihaknya telah menyampaikan usulan kebutuhan. Khusus untuk Kabupaten TTU, bantuan yang diusulkan adalah air bersih dan bantuan rumah bagi masyarakat terdampak seroja yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan 227 unit rumah.

Selain bencana kekeringan, pihaknya juga saat ini tengah konsen menangani bencana kebakaran di wilayah tersebut. Hampir setiap pekan terjadi musibah kebakaran. Pihaknya langsung menanggulangi musibah tersebut dengan memberikan bantuan darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana kebakaran.

“Kami ada upaya lain lewat¬† bantuan dari provinsi. Kemarin ada rakor dengan provinsi mereka juga sudah menyampaikan kepada kita untuk memberikan usulan kebutuhan dari daerah. Kami masukkan soal kekurangan air bersih dan masyarakat kemarin kena seroja dan tidak masuk dalam daftar bantuan 227 rumah itu. Nanti kita beri bantuan seng. Kita menanti informasi dalam minggu ini atau minggu depan. Selain kekeringan ada juga kebakaran. Hampir tiap minggu ada musibah kebakaran. Ketika ada kejadian, kita langsung tanggulangi bantuan daruratnya,”pungkas Yosefina.(bev/ol)

Leave a Comment