API Membakar Api Pariwisata

Lasarus Jehamat (Dosen Sosiologi FISIP Undana-Kupang)
Lasarus Jehamat (Dosen Sosiologi FISIP Undana-Kupang)

 

 

 

Anugrah Pesona Indonesia (API) Awards tahun 2020 telah selesai digelar. Pada malam puncak API Awards 2020 di Hotel Inaya Bay, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (20/5) malam itu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyabet juara umum.

Delapan nominasi kategori yang dijuarai NTT yakni Kategori Surga Tersembunyi (Mulut Seribu di Rote Ndao), Makanan Tradisional (daging se’i), Destinasi Belanja (Sentra Tenun Ikat Ina Ndao di Kota Kupang), Wisata Air (Island Hopping Meko di Flores Timur), Dataran Tinggi (Fulan Fehan di Kabupaten Belu), Kampung Tradisional (Kampung Adat Namata di Sabu Raijua), Destinasi Baru (Pulau Semau di Kabupaten Kupang), dan Situs Sejarah (Liang Bua Ruteng, Kabupaten Manggarai). Kita tentu bangga, senang, dan bersyukur. NTT mendapat dua juara sekaligus; sebagai tuan rumah dan sebagai juara umum (VN, 21 Mei 2021).

API 2020 telah membakar api semangat masyarakat dan pemerintah NTT membangun pariwisata. Setelah nyala, api pariwisata tidak boleh padam. NTT sudah mendapatkan gelar juara. Tantangan kita sekarang ialah mempertahankan gelar itu.

Seperti diakui API dan banyak elemen dari luar, NTT memang kaya. Di sini kita tidak hanya memiliki destinasi wisata alam. NTT memiliki banyak sekali wisata budaya dan religi.

Dalam batasan lain, harus diakui pemerintah provinsi dan beberapa kabupaten/kota telah berupaya membangun pariwisata di daerah ini. Penempatan pariwisata sebagai salah satu leading sector dalam program pembangunan Provinsi NTT hemat saya harus dibaca dalam konteks kepedulian pemerintah akan pengembangan pariwisata di sini.

 

Aspek Kesejahteraan
Diskusi mengenai pariwisata di Indonesia tentu harus dihubungkan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Hal tersebut disebabkan karena pariwisata dianggap mampu menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat di tengah situasi kemiskinan. Di sana, tujuan kesejahteraan sosial ialah memenuhi kebutuhan sosial masyarakat. Usaha kesejahteraan sosial dibutuhkan terutama karena banyak lembaga lain, seperti pasar, gagal memenuhi kebutuhan dasar baik individu maupun masyarakat (Zastrow, 2017).

Menurut Gao (2018), partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk membangun kesejahteraan sosial di wilayah Asia. Disebutkan, wilayah ini memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi di dunia. Padahal, Asia merupakan salah satu wilayah di dunia yang memiliki potensi alam dan manusia. Di wilayah ini pun, banyak kebiasaan yang tumbuh di masyarakat dalam berbagai macam bentuk lembaga sosial. Yang masih kurang ialah memadukan berbagai macam keutamaan tersebut untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan di masyarakat.

Dua isu di atas harus pula didukung dengan kebijakan lain agar pariwisata benar-benar mendapatkan hasil maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. Elemen pariwisata mesti mengenal tiga filosofi khas yakni Solid (soliditas), Speed (kecepatan), dan Smart (kecerdasan).

Filosofi itu sejatinya menjadi roh bagi setiap elemen yang ingin mengembangkan pariwisata. Soliditas, kecepatan dan kecerdasan merupakan tiga hal yang nyaris lupa dalam pembangunan pariwisata. Tiga hal itu pulalah yang menjadi alasan utama munculnya simpulan bahwa pariwisata kita minus komitmen.

Soliditas merupakan hal pertama yang harus diperhatikan dalam mendesain setiap program yang akan dilakukan oleh semua pihak. Soliditas merupakan unsur keterpaduan dan kesamaan pandangan tentang sebuah soal atau masalah. Jika setiap instansi masih berpikir hanya untuk memenuhi standar kebutuhan instansinya maka sebuah program akan sulit mendapatkan hasil positif. Itu berarti, penyelesaian sebuah soal tidak hanya dapat dilakukan oleh satu bidang atau instansi. Dibutuhkan kerja sama antarbidang di sana. Berkaitan dengan pariwisata, soliditas berhubungan dengan ego sektoral sebagaimana disebutkan di atas.

Sebuah organisasi yang solid akan dapat melaksanakan pekerjaan dengan sangat cepat. Sebab, sebuah program, akan dikeroyok dan diselesaikan secara bersama. Aspek kecepatan ini masih menjadi kendala di banyak pelaksanaan program di negara ini. Di sini, dibutuhkan sebuah managemen organisasi yang lentur dan luwes. Organisasi seperti ini bisa menggerakan semua hal agar dapat bekerja dengan agak cepat.

Aspek kecerdasan berkaitan dengan pilihan kebijakan yang mendukung tercapainya sebuah program. Beberapa hal terkait yang harus dipikirkan dalam pariwisata yang smart adalah interkonektivitas antarbidang dan antartempat atau jenis wisata, kapasitas masyarakat, pelaku wisata dan regulator (pemerintah), kompleksitas dan hostpitalitas (keramahan).

 

Konteks Pariwisata NTT
Gelar juara dalam perhelatan API di Labuan Bajo minimal membuka semua elemen pariwisata NTT terhadap empat aspek penting pariwisata. Empat hal yang berkaitan dengan pembangunan pariwisata adalah destinasi, promosi, ekonomi kreatif, dan kelembagaan. Destinasi berhubungan dengan jenis dan aset wisata yang dimiliki masyarakat NTT. Promosi berkaitan dengan cara dan strategi yang tepat agar masyarakat luar tahu tentang beragam aset itu. Jika wisatawan telah mengetahui aset wisata NTT, yang harus dipikirkan adalah menggerakan ekonomi rakyat. Tiga hal itu harus didukung oleh managemen kelembagaan yang kuat dan mapan. Managemen yang dimakasud adalah soal strategi organisasi dan persiapan SDM di level organisasi maupun masyarakat sendiri.

Harus diakui bahwa orang luar NTT selama ini mengenal NTT hanya karena komodo, Kelimutu atau Nembrala. Dengan demikian, NTT dikenal hanya karena aset wisata alam. Lainnya tidak. Padahal, jika ditelusuri dengan agak cermat, NTT menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang paling kaya akan wisata budaya dan religi atau pun bentuk aset wisata lainnya.

NTT merupakan propinsi yang terdiri dari banyak pulau. Tesis dasarnya sederhana. Masyarakat yang berada di setiap pulau jelas memiliki kekayaan adat dan budayanya sendiri-sendiri. Soal besarnya adalah apakah telah terbersit kesadaran banyak pihak di wilayah ini untuk mempromosi keanekaragaman budaya tersebut secara simultan dan sinergisitas demi kesejahteraan rakyat NTT? Ini harus dijawab dulu. Perhelatan API telah memulai membakar api pariwisata NTT.

Leave a Comment