Atasi Stunting, RWT Bentuk TP Peduli Kasih Keluarga

Anggota DPR RI Dapil NTT II, Ratu Wulla Talu memberikan bantuan Makanan Tambahan kepada salah satu warga di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Frengky Keban

PERSOALAN stunting kini menjadi persoalan Nasional. Banyak daerah di Indonesia yang tingkat prevalensi stunting cukup tinggi. Salah satunya di Sumba Barat Daya, bahkan di NTT, Sumba Barat Daya berada di urutan kedua setelah TTS. Hal inilah yang membuat Anggota DPR RI Dapil NTT II, Ratu Wulla Talu (RWT) berinisiatif membentuk Tim Penggerak Peduli Kasih Keluarga sebagai medianya menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

“Kebetulan saya di Komisi IX yang bermitra dengan kementerian kesehatan tentu menjadi tanggung jawab saya untuk kemudian bersama-sama membantu pemerintah menurunkan angka stunting di sini. Salah satu cara yang menurut saya baik adalah membentuk Tim Penggerak Peduli Kasih ini,”kata Ratu Wulla Talu kepada VN, Kamis (21/5) malam.

TP Peduli Kasih sendiri katanya memang baru dibentuk dengan melibatkan sejumlah perempuan berkompeten termasuk tenaga medis di dalamnya, namun sudah ada gebrakan positif yang ditunjukkan. Salah satunya adalah menjadikan desa Kalena Wanno sebagai desa pilot project program ini dengan 11 anak balita penderita stunting jadi sasaran programnya.

“Pertama ini di Kalena Wanno dengan 11 anak di sana. Saya coba mengubah pola pendekatan dan sistem kerjanya karena saya melihat bahwa dengan kita memberikan makanan tambahan berupa biskuit ini secara terus-menerus pun belum bisa menekan angka stunting selama ini tidak digunakan sesuai porsinya. Perlu ada pendampingan dan proses cek & ricek di lapangan apakah bantuan itu dipergunakan baik termasuk digunakan sesuai komposisinya atau tidak. Inilah peran TP Peduli Keluarga Kasih ini. Saya mau ada intervensi di sana sehingga kita bisa melihat apakah ada perubahan tidak terhadap tumbuh kembang anak yang menjadi sasaran dari pemberian bantuan makanan tambahan ini. Jangan sampai setelah diberikan malah hilang begitu saja. Saya tidak mau hal itu terjadi,” katanya.

Selain itu, kata dia, upaya lain yang saat ini dilakukan pihaknya bersama TP Peduli Keluarga Kasih adalah menjaring informasi soal jenis makanan tambahan lain di daerah-daerah yang bisa dijadikan menu makanan buat anak selain makanan tambahan yang selama ini tersedia. Hal ini penting sebagai menu makanan alternatif seperti yang terjadi di beberapa daerah di pulau Jawa dimana di sana digunakan tepung gandum sebagai menu makanan tambahan buat anak.

“Di Jawa ada gandum kata teman-teman di DPR itu bisa mendongkrak percepatan pertumbuhan anak begitupun dengan beras jenis Zinc itu termasuk Porang. Kan bosan juga pemerintah kalau terus-terus menggunakan makanan seperti biskuit ini. Kita harus cari formula baru yang bisa digunakan untuk anak dan ibu hamil. Harapan saya dengan keberadaan TP ini nanti bisa menekan angka stunting di sini karena kalau angka stunting ini bisa turun maka kita bisa menghasilkan generasi hebat buat Sumba dan NTT nantinya,”katanya. (Yan/ol)

Leave a Comment