Balai Karantina Hewan Kelas I Kupang Bangun Dua Instalasi Baru

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para Staf Ahli dan Kadis Pertanian NTT Lecky Frederich Koli meninjau Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang, kemarin. Foto; Nahor Fatbanu/VN
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para Staf Ahli dan Kadis Pertanian NTT Lecky Frederich Koli meninjau Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang, kemarin. Foto; Nahor Fatbanu/VN

Kekson Salukh

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar menjelaskan 2 instalasi karantina hewan yang baru dibangun menambah daya tampung ternak sehingga tidak terjadi over kapasitas.

“Selama ini kita sering mengalami over kapasitas daya tampung ternak sapi. Dengan penambahan 2 kandang yang baru, kapasitasnya bertambah 250 ekor ternak sapi. Kita sudah rencanakan untuk tahun 2022, akan ada 6 kandang baru yang dibangun. Dengan luas kawasan 2,7 hektare, ke depan bisa dibangun 16 kandang baru yang semula hanya menampung 1.550 ekor, akan sanggup menampung hingga 3.000 ekor sapi,” ungkap Yulius saat menyambut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang meninjau Instalasi Karantina Hewan (IKH) pada Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, di Tenau, Senin (27/9).

Terkait persyaratan pengiriman sapi potong, kata Yulius, ada dua yakni persyaratan dokumen, dan persyaratan tindakan karantina. Sementara total pengiriman sebanyak 142.332 ekor. (lihat grafis)

“Persyaratan dokumen yaitu Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan rekomendasi dari Dinas Peternakan Kota/Kabupaten, Rekomendasi Dinas Peternakan Provinsi NTT, Izin Pengeluaran dari Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sedangkan persyaratan tindakan Karantina meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan lab, pengasingan, dan pengamatan minimal 3 hari, dan perlakuan,” pungkasnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan peninjauan ini dilakukan terkait persiapan penyambutan agenda kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo pada Rabu, 29 September 2021 mendatang.

Selain itu, kunjungannya ke Balai Karantina Provinsi NTT untuk memastikan pelayanan karantina hewan dapat berjalan profesional, cepat, dan menjadi satu kesatuan dengan kebijakan pemerintah provinsi (Pemprov) untuk mendorong peternakan NTT menjadi salah satu desain pembangunan dalam mengatasi kemiskinan.

“Kunjungan hari ini untuk memastikan pelayanan ke depan terhadap karantina hewan dapat berjalan profesional, cepat, tidak lambat dan menjadi satu kesatuan gerak dengan kebijakan Pemprov untuk mendorong peternakan NTT menjadi salah satu desain pembangunan mengatasi kemiskinan di NTT,” jelas Gubernur Viktor.

Viktor menegaskan IKH harus menjamin kualitas dan kesehatan hewan ternak yang didatangkan untuk diekspor atau dikembangkan di daerahnya bisa dikontrol. Penambahan beberapa kandang baru diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan.

Ia pun menyinggung soal pentingnya pembentukan laboratorium bio security dan bio industry untuk dibangun di Provinsi NTT.

“Kekurangan Provinsi NTT adalah belum punya yang namanya laboratorium bio security dan bio industry. Ke depan kita akan siapkan, kita desain, kerja sama dengan Pemerintah Pusat agar ini semua dapat dibangun di sini. Sangat penting karena terkait dengan seluruh virus atau penyakit ternak dapat kita analisis dan kaji sendiri sehingga tidak menghambat isu-isu ekonomi perdagangan ke depannya,” pungkasnya. (mg-10/R-01)

 

Data pengiriman sapi potong NTT:
1. Tahun 2018 : 38.242 ekor
2. Tahun 2019 : 38.438 ekor
3. Tahun 2020 : 36.575 ekor
4. Hingga Pertengahan Juni 2021 : 29.077 ekor
Total : 142.332 ekor

Daerah Tujuan :
1.Jakarta
2.Samarinda
3.Banjarmasin

Sumber: Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang

Leave a Comment