Balinusra sedang Menuju Transformasi Ekonomi

 

Yosi Kameo

 

Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra)  sedang mempersiapkan perubahan besar lewat transformasi ekonomi. Balinusra tak sekadar mengandalkan satu potensi utama, tetapi bertransformasi menuju ke pengembangan ragam potensi daerah.

Transformasi ekonomi tersebut tidak lepas dari masalah yang ada. Pertama kali pandemi covid-19 melanda, pariwisata Bali dan NTB ambruk. Untuk NTT, bak hantaman bertubi-tubi, sudah didera pandemi covid-19, ditambah pula siklon tropis seroja yang menghancurkan pertanian rakyat.

Sebab itulah, menuju diversifikasi yang melibatkan spesialisasi menjadi alternatif dalam pemulihan ekonomi. Isu ini mengemuka dalam Zoominar  ‘Transformasi Balinusra: Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah,’ Rabu (9/6).

“Jangan letakkan telur dalam satu keranjang,” kata Rektor Universitas Indonesia, Prof Ari Kuncoro dalam penyampaian materinya tentang Sumber Pertumbuhan Baru Balinusra.

Dia mengimbau, di tengah pandemi covid-19 saat ini, Bali, NTT dan NTB, harus menghindari over spesialisasi. Sebaliknya, jangan  lupa untuk melakukan diversifakasi.

Penurunan konsumsi saat ini bukan karena konsumen tidak mau melakukannya, tambah Kuncoro, tetapi karena ada kehati-hatian akibat pandemi covid-19.

Hal itu menjadi kesempatan untuk mengembangkan sektor ekonomi yang lain. Industri kerajinan ataupun meuble, kata Kuncoro, bisa menawarkan renovasi ataupun perawatan rumah untuk memperindah rumah-rumah masyarakat yang  stay at home.

Transportasi perjalanan pun sudah masuk masalah kesehatan dan bukan masalah fisik semata, jelas Kuncoro, sehingga perlu menawarkan perjalanan yang aman kepada penumpang. “Bisa buat transportasi keamanan sehat sejak berangkat dari rumah,” jelasnya.

Ada banyak pula orang yang ingin menghabiskan masa tua di daerah-daerah yang masih murni dan alami. Daerah bisa membuat rumah kedua bagi mereka yang mencari tempat-tempat alami dan murni.

Menanggapi itu, Gubernur Bali Wayan Koster, mengatakan, Bali akan bertranformasi ke pengembangan ekonomi lokal, seperti mengembangkan kerajinan masyarakat.

Bali sempat berkurang wisatawannya saat pandemi, kata Koster, tetapi masih tetap menjadi daerah utama tujuan wisata. Saat ini vaksinasi masyarakat di Bali sudah berjala baik, dan pemerintah berniat mengembangkan wisata yang memelihara kemurnian dan tradisi di bali.

Sektor kelautan akan dikembangkan, tambah Koster, karena laut Bali diketahui menyimpan potensi yang cukup baik.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah, menjelaskan, NTB juga berpusat pada pengembangan ekonomi lokal. Ada banyak Putra/Putri NTB, katanya, yang memiliki potensi dalam mengembangkan teknologi, seperti pembuatan motor listrik yang telah dilakukan.

Selain itu, lanjutnya , Pemerintah NTB saat ini telah mengembangkan potensi yang ada di Desa lewat program 1 Desa 10 insinyur.

Potensi lainnya, tambah Zulkieflimansyah adalah seperti pembuatan masker dan handsanitizer. Saat ini NTB bisa melakukannya sehingga tidak mengandalkan kiriman dari luar daerah.

Untuk NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan transformasi ekonomi yang ada di NTT cukup banyak.

NTT sedang mengembangkan energi terbarukan dari cahaya matahari, jelas Victor, yang salah satu pusatnya terletak di pulau Sumba sebagai wilayah dengan intensitas cahaya matahari terbesar.

Pemerintah juga berusaha mengurangi impor daging sapi dan garam. Sebab potensi lokal yang ada di NTT, ujar Viktor, sangat besar dan bahkan bisa diekspor ke luar NTT.

Victor menambahkan, produksi garam yang berkisar 95% natrium klorida, masih tidak mudah dilakukan di Indonesia. Hal ini, tambahnya, akan diupayakan bisa dilakukan di NTT sehingga bisa memberikan kontribusi secara nasional.

Dia menekankan pentingnya transformasi ekonomi Balinusra berkonteks Kawasan, yang melibatkan kerjasama antara Bali, NTT, dan NTB.

Hadir dalam zoominar, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Bali Wayan Koster, Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho, Direktur KPw BI Bali Rizki E Wimanda, dan selaku MC Dessy Fridayanthi. (Yan/ol)

 

Leave a Comment