Bank NTT Disebut Pahlawan bagi Warga Desa Ternate

Maykal Umbu

 

PT. Bank Pembangunan Daerah (Bank NTT) terus mengembangkan inovasi dalam usaha mikro, tak hanya berbasis di perkotaan namun menjangkau hingga pedesaan. Salah satunya melalui program festival Desa Binaan di Kabupaten Alor.

Festival yang merupakan ajang pendampingan bagi Masyarakat ini mendapatkan apresiasi dari warga dan menyebut Bank NTT sebagai pahlawan bagi warga Desa Binaan Ternate, Kabupaten Alor. Sebutan itu dilontarkan karena upaya Bank NTT membangkitkan geliat prodak utama berupa 1000 tenun ikat khas Desa Ternate tersebut.

Pimpinan Cabang Bank NTT Kalabahi Jefrey Corputy mengatakan, Ternate dipilih menjadi desa binaan, karena selama enam bulan ketika program ini dilaunching pihak Bank NTT mengalami kesulitan untuk mencari desa binaan. Di bulan Maret tahun 2021 ada Festival makan baru dan Tenun ikat, dari situlah Ternate menjadi pilihan tepat yang akan dibina dan menjual produknya secara nasional bahkan internasional.

“Caranya melalui digitalisasi, bahwa jika sekarang kita hanya menjangkau Kalabahi saja tetapi secara nasional dan juga internasional melalui fasilitas yang sudah disediakan Bank NTT yakni transaksi non tunai melalui aplikasi QRIS,” Jelasnya.

Melalui digitalisasi itu, jualannya tidak akan secara manual lagi dan akan menjangkau secara luas. Mudah-mudahan dengan digitalisasi produk tenunan dari ibu-ibu Ternate ini bisa dikenal banyak orang.

Menurutnya, ada tiga produk di Kabupaten Alor yang sudah masuk pada kategori indikasi geografis, dimana Ternate adalah salah saru Desa yang menghasilkan tenunan dari Alor.

“Ada delapan motif utama dari Pulau Ternate atau Desa Ternate dan akan dikembangkan lagi,” Ujarnya.

Tim Juri Festival Desa Binaan Stenly Boymau menuturkan, kegiatan ini bertujuan melihat apa yang baru dari desa ini terutama pada binaan dari Bank NTT seperti apa, misalnya ada program apa yang baru dan juga transaksi perbankannya.

“Itulah yang menjadi nomenklaturnya,” Kata dia.

Menurutnya, di era digitalisasi seperti ini semuanya serba digital untuk itu dengan binaan dari Bank NTT akan dilihat apakah sudah dilakukan atau belum.

“Dengan cara-cara yang baru seperti transaksi secara online itu, Bank NTT hadir untuk memberikan pengetahuan bagaimana caranya dengan pola-pola digitalisasi,” Jelasnya.

Ia juga mengatakan, tujuan dari binaan ini yakni Bank NTT dapat menghidupkan lagi ekonomi di sektor riil.

“Artinya bahwa sektor-sektor mikro kecil ini dibina dan difasilitasi untuk menghasilkan produk yang baik dan berkualitas serta dipasarkan secara digital,” Ungkapnya.

Dia juga mengapresiasi program yang telah dilakukan Bank NTT pada mikro kecil.

“Ini sangat bagus, karena dapat membantu masyarakat kecil dengan produknya, tidak lagi menjual ke kota tetapi Bank NTT akan memfasilitasi hal tersebut,” Pungkasnya.

Kepala Desa Ternate Bachtiar Loma sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Bank NTT kepada kelompok usaha di desanya.

“Bank NTT menjadi pahlawan bagi kita, karena pada tahun 2002 memberikan modal dan dari modal itu akhirnya dapat berkembang serta terus berjalan hingga sampai saat ini,” Ungkapnya.

Menurutnya, kenapa disebut pahlawan karena warga Desa Ternate rata-rata berprofesi sebagai penenun bagi yang perempuan dan nelayan bagi yang laki-laki.

Ia juga menambahkan, Desa Ternate merupakan desa 1000 tenun, jika ada produk dengan motif Ternate maka tenun tersebut berasal dari Desa Ternate. (Yan/ol)

 

Leave a Comment