Desa Kabuna di Belu Masuk 10 Besar Desa Terbaik Keterbukaan Informasi Publik

Kepala Desa Kabuna dan Waki Bupati Belu sesaat sebelum menerima penghargaan, Selasa (28/9).
Kepala Desa Kabuna dan Waki Bupati Belu sesaat sebelum menerima penghargaan, Selasa (28/9).

Stef Kosat

Desa Kabuna di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur masuk dalam 10 besar desa terbaik di Indonesia dalam hal keterbukaan informasi publik.

Kepala Desa Kabuna Adrianus Yosep bahkan sudah menerima undangan untuk menerima Anugerah Apresiasi Implementasi Keterbukaan Informasi Publik Desa bersama 9 kepala desa lainnya.

Penganugerahan akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition BSD pada Selasa 28 September 2021, hari ini.

Kepala Desa Kabuna Adrianus Yosep saat dihubungi VN, Senin (27/9) mengatakan Komisi Informasi Pusat (KPI) sudah memberi informasi bahwa penghargaan akam diberikan oleh Wakil Presiden Indonesia KH Ma’ruf Amin.

Ia mengaku bangga dan terharu dengan prestasi Desa Kabuna.

“Kebanggaan kami adalah memberikan diri untuk melayani masyarakat Desa Kabuna, Kecamatan Kakulukmesak, Kabupaten Belu NTT yang terdiri dari 6.000 jiwa atau 1.500 lebih KK. Khusus KK miskin Desa Kabuna terdapat 1.225 dan itu terbanyak di seluruh desa yang ada di Belu, ” ungkapnya.

Mantan Penyuluh Pertanian ini mengaku prestasi ini bukan hanya hasil kerjanya semata. Banyak dukingan dari aparat desa, BPD dan masyarakat yang saling bekerjasama membangun desa. Terima kasih juga untuk dukungan pers,” ujarnya.

Menanggapi prestasi ini, Yance Taek, Ketua BPD Kabuna menyampaikan proficiat untuk Kepala Desa Kabuna bersama para perangkat desa.

“Tetapi yang lebih penting adalah ternyata sinergi antara Kepala Desa dan BPD untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat mendapat ganjaran penghargaan secara nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan sejak awal BPD Desa Kabuna sudah komitmen bersama kepala desa untuk selalu terbuka terhadap apapun yang dilakukan di desa tersebut. Sampai saat ini masyarakat, tokoh agama, dan lainnya bisa melihat komitmen keterbukaan itu dipegang Kades Kabuna bersama aparat desa lain. Bahkan kades turun ke semua lapisan masyarakat Kabuna untuk mendengar berbagai respon dan keluhan. Karena tujuan utama desa dan BPD Kabuna adalah mampu melayani masyarakat secara paripurna.

Tetapi harus diakui, Desa Kabuna berada pada wilayah berkategori tertinggal, terbelakang dan terluar.

“Namun, biarkan itu menjadi penerang atau lilin maupun contoh. Bahwa kalau ada niat yang tulus untuk melayani masyarakat, maka banyak yang bisa dilakukan walaupun banyak keterbatasan,” tambah Yance. (bev/ol)

Leave a Comment