Jaga Stabilisasi Harga Minyak Goreng, Disperindag NTT Gelar Pasar Murah

Sinta Tapobali

Untuk menjaga stabilisasi harga minyak goreng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT menggelar Pasar Murah.

Disperindag NTT bekerjasama dengan sejumlah distributor sembako ini telah berlangsung 16-18 November 2021.

Kepala Seksi Pengembangan dan Perdagangan, Disperindag NTT, Vivi Manafe kepada VN di ruang kerjanya, Rabu (17/11) kegiatan Pasar Murah digelar di tiga titik di Kelurahan Manutapen diantaranya Gereja Pniel, Gereja Bukit Sion dan Gereja Eden Kisbaki.

Pasar murah ini bukan hanya menjual minyak goreng saja namun juga menjual bahan kebutuhan pokok lainnya seperti beras, gula pasir dan kebutuhan lainnya sesuai dengan harga distributor.

“Kalau di pasar pedagang jual 1 liter Rp 20 ribu, maka di pasar murah distributor jual harga Rp 18.500. Bukan hanya minyak goreng saja namun sembako lain seperti gula dan lain-lain juga di jual dengan harga distributor,” ujar Vivi.

Menurutnya, harga minyak goreng yang dijual pedagang di pasaran dinilai sangat tinggi padahal harga distributor masih murah. Ditambah lagi minyak goreng yang dijual oleh para pedagang merupakan stok lama yang seharusnya dinual dengan harga yang lama.

Oleh karena itu bila kedepannya harga minyak di pasar sudah tidak terkendali lagi maka Disperindag bersama Satgas Pangan NTT dan Polda NTT akan melakukan operasi pasar untuk mengatasi para pedagang nakal.

“Kalau ke depannya masih terlalu tinggi maka Disperindag bersama Satgas Pangan Polda NTR harus turun. Boleh kasih naik harga tapi keuntungannya tidak boleh di atas 20 persen,” kata Vivi.

Vivi menambahkan Pasar Murah ini bukan hanya akan dilaksanakan di Manutapen saja, namun juga akan dilakukan di kelurahan lain tergantung permintaan dari pemerintah kelurahan setempat maupun pihak gereja. (bev/ol)

Leave a Comment