Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Satgas Gelar Rakor

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat.

Gusty Amsikan

 

Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT bersama unsur terkait lainnya menggelar rapat koordinasi (Rakor) menyusul meningkatnya jumlah pasien positif covid-19 di Kabupaten TTU dalam sepekan ini. Rapat yang dipimpin Bupati TTU, Juandi David itu bertujuan mencari solusi dan membangun kekuatan untuk menekan angka penyebaran covid-19 di Kabupaten TTU.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat, kepada wartawan, Selasa (29/6) di Kefamenanu.

Kristoforus mengatakan pihaknya menggelar rapat koordinasi bersama unsur-unsur terkait dalam rangka pencegahan dan penanganan covid-19 di Kabupaten TTU. Hal tersebut dilaksanakan karena dalam pekan ini tren peningkatan kasus positif covid-19 di Kabupaten TTU cukup signifikan. Terhitung sejak tanggal 21 sampai dengan 25 Juni 2021 lalu, terdapat 36 kasus positif covid-19 mencuat di wilayah tersebut.

Rapat koordinasi itu dipimpin langsung Bupati TTU, Juandi David, dan menghadirkan sejumlah unsur terkait seperti Kodim 1618/TTU, Polres TTU, FKUB, dan Pengadilan Negeri TTU. Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati TTU menegaskan agar petugas yang berada di empat pos covid-19 harus lebih giat melakukan pemeriksaan di pintu masuk.. Selain itu, PKM Mikro pun akan segera diterapkan.

“Dalam lima hari saja ada 36 kasus positif covid-19. Atas dasar Satgas  melaksanakan rapat dan mencari.solusi serta berkolaborasi bersama untuk menekan angka penyebaran covid-19. Kalau bisa ditekan turun dan jangan naik lagi. Sebagaimana yang kita ikuti di media sosial, bahwa saat ini ada varian-varian baru covid, menurut pengamatan sementara mungkin saja  varian baru  sudah ada di daerah kita, tapi kita belum menyadari itu,”ungkap Kristoforus.

Ia menambahkan pihaknya akan memperketat pengawasan di pos covid-19 dengan mewajibkan para pelaku perjalanan menunjukkan kartu identitas. Pelaku perjalanan yang tidak.mengantongi kartu identitas, tidak diperkenankan masuk ke wilayah Kabupaten TTU. Pengawasan juga dilakukan di pusat-pusat keramaian hingga tingkat RT/RW. Hal itu dilakukan untuk.mengetahui siapa saja yang masuk dan keluar wilayah TTU.

Sementara Instruksi Bupati terkait perpanjangan PKM mikro akan segera ditandatangani lagi. Perpanjangan PKM Mikro akan berlangsung 14 hari ke depan. Pihaknya juga akan melakukan pemetaan khusus di desa atau kelurahan yang berada di zona merah sehingga penanganannya lebih fokus. PKM Mikro juga akan diberlalukan secara tegas di lokasi RT/RW yang masuk dalam.zona merah covid-19.

“Katakan di Kecamatan Bikomi Selatan yang masuk dalam zona merah hanya di Desa Maurisu, maka hanya di sana saja diberlakukan PKM Mikro. Kita juga sudah sepakat dalam rapat untuk melakukan pengamanan di pusat-pusat keramaian seperti pasar baik di dalam kota maupun di luar kota. Itu juga akan dibentuk posco supaya memudahkan pemeriksaan orang yang akan masuk keluar pasar. Kalau tidak ada KTP ya tidak.idiizinkan masuk. Memang akan ada banyak protes, tapi dalam konteks covid ini kalau tidak ada identitas maka pada saat kejadian kita akan kesulitan melakukan tracking,”jelasnya.

Pihaknya juga membatasi jam operasional pada pusat-pusat perbelanjaan, toko, restoran,.warung, dan kafe yang ada di Kota Kefamenanu hingga pukul 22.00 Kapasitas kunjungan pun dibatask hanya 50 persen dari total kapasitas pengunjung yang disediakan pihak pengelola. (Yan/ol)

Leave a Comment