Manggarai Barat Ekspor Perdana Kelor Ke Hong Kong dan Singapura

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Labuan Bajo, Tommy Hutomo melepas secara simbolis ekspor perdana Moringa Powder melalui Bandara Komodo, kemarin. Foto: Gerasimos/VN
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Labuan Bajo, Tommy Hutomo melepas secara simbolis ekspor perdana Moringa Powder melalui Bandara Komodo, kemarin. Foto: Gerasimos/VN

Gerasimos Satria

CV. Surga Timur Indonesia perdana ekspor produk Moringa Powder sebanyak 33 kilo gram (Kg) ke Hong Kong dan Singapura melalui Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar).

Ekspor perdana yang berlangsung, Senin (27/9) ini merupakan upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan program Gerakan Flores Mengekspor yang dinisiasi oleh Bea Cukai Labuan Bajo.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng dalam Sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan ekspor perdana di Kabupaten Mabar. Ekspor perdana ini menjadi awal dari eskpor-ekspor selanjutnya dari perusahaan lainya yang ada di wilayah Mabar.

Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar akan terus mendukung dan mendorong eksportir dari Bandara Komodo. Apa yang menjadi kewenangan Pemkab Mabar akan dipermudah dan diperlancar.

“Kita sangat bersyukur menjadi saksi hidup atas kegiatan penting dan bersejarah di Labuan Bajo hari ini (kemarin), yakni ekspor perdana Moringa Powder,” ungkapnya.

Yulianus menyampaikan terima kasih kepada Bea Cukai dan semua pihak yang telah mendukung pertumbuhan kegiatan ekspor di Mabar.

Ia yakin  ke depan segera tumbuh kegiatan ekspor lain yang lebih besar lagi.

Yulianus berharap kegiatan ekspor dari Bandara Komodo akan terus meningkat, sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat. Hal ini pastinya akan berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi daerah. Mabar akan menjadi salah satu kabupaten di Provinsi NTT yang mengangkat pemulihan ekonomi daerah.

Sementara Kepala Kantor Bea Cukai Labuan Bajo, Tommy Hutomo menjelaskan bahwa ekspor ini merupakan ekspor pertama kali yang dilayani oleh Bea Cukai Labuan Bajo dan merupakan output dari program Gerakan Flores Mengeskpor yang dicanangkan Bea Cukai Labuan Bajo sejak akhir tahun 2020.

Pelepasan ekspor perdana ini sebagai upaya mendukung program PEN. Selain itu, juga menjalankan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai industrial assistance dan trade facilitator.

Dia menjelaskan, Bea Cukai Labuan Bajo secara aktif dan berkelanjutan memberikan asistensi dan motivasi kepada perusahaan atau pelaku usaha di wilayah Mabar. Bea Cukai secara aktif mendorong dan memfasilitasi dunia industri di wilayah Mabar, sebagai upaya untuk memulihkan ekonomi nasional.

Bea Cukai Labuan Bajo akan terus melayani dan mengawasi proses bisnis perusahaan. Dan semoga dengan dilepasnya ekspor perdana ini, akan melahirkan eksportir baru dari Labuan Bajo ke depannya.

“Semoga langkah kecil ini menjadi langkah besar berikutnya untuk mewujudkan ekspor produk-produk unggulan di Flores,” ujar Tommy.

Menurutnya, kegiatan ekspor perdana tersebut sukses berjalan berkat sinergi dengan berbagai pihak yaitu Pemkab Mabar, Garuda Indonesia, Gapura Angkasa, Otoritas Bandara Komodo dan Karantina Pertanian Ende.

Owner CV. Surga Timur Indonesia, Lieta Isomartana menyampaikan apresiasi khususnya kepada Bea Cukai Labuan Bajo atas realisasi ekspor tersebut.

“Bea Cukai mendampingi kami step by step dari awal sampai akhir dan sekarang kami bisa melakukan ekspor secara mandiri, terima kasih Bea Cukai Labuan Bajo,” ujar Lieta. (sat/R-01)

Leave a Comment