NasDem Komitmen Menjadikan Pertanian Sektor Unggulan

Yunus Atabara

Pandemi Covid-19 berdampak signifikan pada berbagai sektor usaha di Indonesia, tetapi sektor pertanian, lelautan dan perikanan tetap tetap eksis dan mampu menopang ekonomi masyarakat.

Karena itu, Partai NasDem mulai dari pusat hingga daerah-daerah termasuk di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mendorong sektor pertanian sebagai sektor unggulan. Komitmen ini untuk menjaga ketahanan pangan di masyarakat.

Penegasan disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Sikka, Romanus Woga, saat menyerahkan bantuan mesin tanam padi dan traktor bantuan Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, kepada Kelompok Tani Cinta Sesama di Wairita, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka NTT, Minggu (26/9) petang.

“Di masa pandemi covid-19, pertanian, perikanan dan kelautan tetap eksis. Karena itu, Ibu Julie Sutrisno Laiskodat sebagai anggota DPR RI dari NasDem berjuang sehingga kita mendapatkan alat pertanian pra dan pasca panen,” kata Romanus.

Ia mengajak semua pihak menghilangkan stigma bahwa sektor pertanian sebagai pekerjaan terakhir atau pekerjaan sampingan setelah tidak mendapatkan pekerjaan lain. Pertanian harus menjadi sektor unggulan untuk menopang ekonomi masyarakat.

“Jangan malu menjadi petani. Semua yang kita makan adalah hasil pertanian. Semua kita bekerja untuk makan dan semua itu hasil kerja keras para petani,” kata Romanus Woga.

Petani jangan bermental kuli, tetapi harus bermental pengusaha. Petani harus kreatif memaksimalkan potensi pertanian yang ada untuk kesejahteraan petani itu sendiri.

“Jangan bermental kuli. Banyak orang kita lebih suka merantau. Di rantau kerjanya sebagai petani. Padahal di kampung ada tanah, malu bertani sehingga pilih merantau,” ujarnya.

Kepala Desa Hoder Martina Bunga mengatakan sebagian besar warganya adalah petani. Namun, pertanian belum maju karena terkendala alat pendukung. Masih kerja dengan linggis dan cangkul semata.

Secara keseluruhan ada 16 kelompok tani di Desa Hoder, yang terdiri dari kelompok tani, kelompok nelayan tangkap dan kelompok tenun ikat. Kendati demikian masih minim sarana pendukung.

“Selama ini petani masih kerja manual pakai cangkul dan linggis. Kami berterimakasih atas bantuan traktor dan alat tanam bantuan Ibu Julie. Kami berjanji akan kerja maksinal,” katanya.

Ketua Kelompok Wanita Tani Cinta Sesama Desa Hoder Julita Nogo kepada VN mengatakan kelompok itu sudah lama terbentuk. Namun, belum mampu berbuat banyak karena tidak ada sarana pendukung dan modal.

“Apalagi daerah kami ini berbatu. Semoga dengan bantuan ini, kami pelan-pelan jadi lebih baik,” kata Julita.(bev/ol)

Leave a Comment