Pembangunan Monumen Pancasila dan NTT Fair Dilanjutkan

MONUMEN PANCASILA: Monumen Pancasila di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, ini dibangun di atas lahan hibah dari Warga Kota Kupang keturunan Tionghoa, Theo Widodo pada 2017 lalu. Gambar diabadikan Desember 2020 lalu

KEPALA Dinas PUPR NTT, Maksi Nenabu mengatakan, sesuai hitungan anggaran untuk lanjutan pembangunan NTT Fair dibutuhkan Rp20 miliar, sedangkan perbaikan Monumen Pancasila Rp850 juta.

“Ini bukan kesalahan rekanan tetapi akibat badai Seroja sehingga nanti kami alokasikan untuk perbaikan,” kata Maksi kepada VN, kemarin.
Kepala Proyek Gedung Monumen Pancasila dari PT Erom, Edwin Salim mengatakan pihaknya menyediakan anggaran perawatan. Namun, hanya bersifat teknis yang sifatnya masih menjadi bagian dari perawatan. Tetapi, jika Kerusakannya akibat badai, perbaikannya tanggung jawab pemerintah.

Edwin mengatakan, walaupun sempat mandek dalam proses pembangunan, tetapi pihaknya telah menyelesaikan bangunan tersebut dan telah diserahterimakan kepada Pemerintah Provinsi NTT pada 16 Maret lalu.
“Perawatan pasti ada, tetapi kami lihat dulu kalau kerusakannya akibat bencana tentunya menjadi tanggungjawab pemerintah untuk memperbaiki,” tandasnya.

Anggota Komisi III DPRD NTT Viktor Mado Watun mengatakan, Komisi III mendukung lanjutan pembangunan dua proyek megah yang sempat mangkrak akibat tindakan melanggar hukum.

“Kami pasti mendukung karena proyek itu untuk kepentingan publik tetapi harus sesuai dengan mekanisme pembahasan yang normal. Tetapi, proses untuk melanjutkan proyek yang mangkrak karena bermasalah hukum kami dorong untuk diselesaikan dulu proses hukumnya, baru Pemerintah melanjutkan,” pintanya.

Ia meminta anggaran yang dialokasikan dari APBD tidak boleh mendadak, tetapi harus melalui proses pembahasan normal bukan di perubahan.
“Anggarkan di APBD juga tidak boleh mendadak, kalau bisa melalui proses normal bukan di perubahan karena sekarang ini banyak hal yang harus dipikirkan kembali karena ada utang yang harus dibayar,” pungkasnya.

Gubernur Meninjau
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan peninjauan gedung NTT Fair di Kelurahan Lasiana dan Gedung Monumen Pancasila di Desa Nitneo, Senin (10/5) pagi.

Gubernur memastikan bahwa dua gedung megah yang dibangun pada pemerintahan sebelumnya harus dilanjutkan demi kepentingan masyarakat.
Gubernur di sela-sela peninjauan meminta Kepala Dinas PUPR NTT Maksi Nenabu agar menghitung besaran anggaran untuk melanjutkan pembangunan gedung NTT Fair.

Sedangkan gedung Auditorium akan dipakai oleh Tim Laboratorium Kesehatan untuk aktivitas tes Swab PCR Antigen.
Terkait anggaran Rp20 miliar, Gubernur menilai tidak terlalu besar sehingga perlu dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan gedung tersebut.
“Oh itu tidak terlalu besar, bisa dilanjutkan itu,” pinta Gubernur.

Selain tinjau Gedung NTT Fair, Gubernur bersama rombongan bertolak ke Monumen Pancasila. Di sana Gubernur memantau seluruh bagian dari bangunan yang sempat mangkrak.

Gubernur saat meninjau proyek yang menghabiskan APBD NTT sebesar Rp28 miliar itu mengatakan, desain bangunan tersebut sangat buruk. Karena, terdapat beberapa bagian yang menutup view ke arah laut.

Seharusnya bangunan di desain secara baik dengan memasang kaca polos di bagian yang menghadap ke laut sehingga para pengunjung bisa menikmati keindahan alam, dan laut secara baik.(mg-10/E-1)

Leave a Comment