Pembangunan Peternakan di NTT harus Dimulai dari Lapangan

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan arahan. Foto: Kekson vn

Kekson Salukh

 

PEMBANGUNAN peternakan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harus mulai dari lapangan bukan hanya teori dari ruang kelas Dosen dan Mahasiswa.

Permintaan itu disampaikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam arahannya pada kegiatan seminar Peternakan kerjasama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), dan Universitas Nusa Cendana Kupang yang diselenggarakan secara virtual, Jum’at, (28/5) pagi dari ruang rapat Gubernur NTT.

Turut Hadir Kepala Dinas Pertanian NTT, Lucky Frederick Koli, Plt Kadis Peternakan, Yohana Lisapaly, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Ekonomi, Prof Daniel Kameo, David Pandie, Bidang Pertanian, Dr Thony Djogo, dan Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Hukum, Dr Markus Hage.

Lanjut Gubernur Viktor, NTT memiliki ratusan doktor di bidang peternakan, namun untuk membangun peternakan di NTT tidak hanya teori saja tetapi harus melalui kerja-kerja nyata yang mulai dari lapangan.

“Banyak sekali doktor peternakan di NTT tetapi belum ada satu pun yang berhasil membangun peternakan di NTT. Hanya ada seorang anak Brazil yang sukses membangun peternakan di Sumba. Kita bicara hebat bahwa kita pintar luar biasa versi teori tetapi prakteknya tidak ada. Pengamatan saya sebagai Gubernur NTT, seminarnya banyak, yang mengajarnya banyak tetapi pelaksanaan di lapangan tidak ada,” tegasnya.

NTT saat ini, ungkap dia, sedang mengalami masalah serius untuk suplay change termasuk daging sehingga lembaga pendidikan yang memiliki pengetahuan seperti UKSW dan Undana yang mahasiswanya belajar tentang Peternakan harus turun di lapangan bukan hanya mengikuti seminar saja.

“Untuk membangun peternakan di NTT maka dosen dan mahasiswa harus turun ke lapangan, di sana kita akan melihat seberapa kuat mereka bertahan di saat panas maupun dingin dalam membangun peternakan NTT, ” ujarnya.

Pembantu Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan UKSW, Dr. Sri Sulandjari dalam sambutannya  mengatakan, bersyukur atas partisipasi Gurbernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Undana yang telah berpartisipasi dalam webinar itu.

Menurut dia, tantangan dari Gubernur NTT memberikan motivasi bagi UKSW dan Undana agar berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi di NTT khususnya di bidang Peternakan.

“Kami berharap NTT akan bangkit kembali dari kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh badai Seroja, dan kita dapat merespon tantangan dari Bapak Gubernur NTT untuk membangun ekonomi di sektor peternakan,” katanya. (Yan/ol)

Leave a Comment