Pemkot Janji Beberkan Penggunaan Dana Rp86 M

Anggota DPRD Kota Kupang Tellendmark J. Daud (duduk, ke tiga dari kanan) dialog dengan anggota lainnya saat skors sidang badan anggaran, Sabtu (25/9). Foto: Nahor Fatbanu/VN
Anggota DPRD Kota Kupang Tellendmark J. Daud (duduk, ke tiga dari kanan) dialog dengan anggota lainnya saat skors sidang badan anggaran, Sabtu (25/9). Foto: Nahor Fatbanu/VN

Rafael L. Pura

Dinilai “tertutup” oleh kalangan DPRD karena tidak menjelaskan alur pemanfaatan anggaran refocusing APBD Tahun Anggaran (TA) 2021 sebesar Rp86 miliar, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang angkat bicara.

Melalui Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Kupang Thruice Balina Oey, Pemkot Kupang berjanji akan membeberkan semua rincian penggunaan anggaran penanganan Covid-19 dan Bencana Seroja, item per item dalam lanjutan Sidang Badan Anggaran (Banggar) Hari ini, Senin (27/9).

“Rincian anggaran per item kegiatan penanganan, akan disampaikan dinas-dinas teknis pada lanjutan sidang badan anggaran, Senin (27/9),” ungkap
Balina dalam lanjutan Sidang Banggar, Sabtu (25/9) lalu.

Ia menjelaskan anggaran refocusing APBD Kota Kupang TA 2021 sebesar Rp86 miliar dimasukkan dalam nomenklatur Belanja Tidak Terduga (BTT). Dan dipergunakan untuk penanganan Badai Seroja, bencana alam yang tak terduga, serta penanganan Covid-19. Dan sudah sesuai ketentuan dalam surat edaran Mendagri tentang Percepatan Penanganan Covid-19 nomor 440/2622/SJ.

Besaran anggaran tersebut, lanjut Balina, kemudian disalurkan ke organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait sesuai kebutuhan penanganan bencana, baik Covid-19 maupun Badai Seroja.

“(Mekanismenya) Dinas teknis mengajukan ke Wali Kota kebutuhan anggarannya. Kalau Wali Kota menyetujui, selanjutnya kita proses dan disalurkan. Masing-masing dinas teknis itu, nantinya harus mempertangungjawabkan penggunaannya,” katanya.

Meski tidak merinci alur penggunaan, namun Balina menyebutkan bahwa dari dana Rp86 miliar tersebut, sudah digunakan untuk penanganan dampak Badai Seroja sebesar Rp3 miliar, serta Rp25 miliar
untuk penanganan Covid-19 di Kota Kupang.

 

Refocusing untuk Seroja
Disaksikan VN, Balina mengatakan dana refocusing Rp86 miliar digunakan juga untuk penanganan dampak Badai Seroja bulan April lalu. Penjelasan ini memicu perdebatan Dewan Kota dalam sidang tersebut.

Anggota Banggar Adrianus Talli menilai, tidak semestinya Pemkot mengambil keputusan sepihak mengggunakan anggaran refocusing penanganan Covid-19 untuk menanggulangi dampak Seroja.

“Penanganan badai Seroja dan Covid-19 itu berasal dari sumber anggaran yang berbeda. Dan tentu berdasarkan landasan aturan yang berbeda-beda pula. Masing-masing penangannanya sudah disepakati, jadi seharusnya tidak boleh,” kata anggota Dewan tiga periode ini.

Menurut Adrianus yang juga Ketua Fraksi PDIP ini, anggaran penanganan dampak Badai Seroja telah tersedia dalam BTT sebesar Rp5 miliar. Sedangkan refocusing APBD diperuntukan khusus untuk penanganan Covid-19.

“Kalau pun digunakan, seharusnya dibahas dan diketahui Dewan. Dewan bakal menolak bertanggungjawaban, apabila jadi masalah di kemudian hari. Pemerintah juga harus mempertanggungjawabkan penggunan dana Covid-19 agar diketahui publik sekaligus menepis kecurigaan terjadi penyelewengan anggaran,” tegasnya.

Senada dengan Adrianus, Richard Odja juga mempertanyakan penggunaan dua sumber angaran untuk Covid-19 dan Badai Seroja karena dua sumber anggaran itu, berlandaskan aturan yang berbeda pula. Sedangkan Epy Seran mengingatkan pemerintah agar mengedepankan unsur kehati-hatian dalam penggunaan anggaran Rp86 miliar tersebut agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. (mg-03/R-01)

Leave a Comment