Perangi Stunting, BKKBN Ujicoba Aplikasi ELSIMIL

Kepala Perwakilan BKKBN NTT Marianus Mau Kuru memberikan sambutan pada Ujicoba Aplikasi Elsimil di Gereja Eden Kisbaki, Manutapen, Kota Kupang, Selasa (28/9). Tampak (dari kiri) Konsultan Ahli Program Pembangunan Keluarga pada Kedeputian KSPK, BKKBN Pusat dr RM Riyo Kristian Utomo J Budoyo; Tenaga Ahli Utama pada Kantor Staf Presiden RI Dr dr Brian Sriprahastuti; Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore; dan Direktur Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat dr Victor Palimbong.
Kepala Perwakilan BKKBN NTT Marianus Mau Kuru memberikan sambutan pada Ujicoba Aplikasi Elsimil di Gereja Eden Kisbaki, Manutapen, Kota Kupang, Selasa (28/9). Tampak (dari kiri) Konsultan Ahli Program Pembangunan Keluarga pada Kedeputian KSPK, BKKBN Pusat dr RM Riyo Kristian Utomo J Budoyo; Tenaga Ahli Utama pada Kantor Staf Presiden RI Dr dr Brian Sriprahastuti; Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore; dan Direktur Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat dr Victor Palimbong.

Pascal Seran

Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan NTT melakukan ujicoba Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting. Aplikasi ini diterapkan sebagai bagian dari pencegahan stunting dari hulu dengan screening, edukasi kesehatan reproduksi dan gizi, dan pendampingan bagi calon pengantin (catin). Lebih dari itu, melalui Aplikasi itu, BKKBN ingin memantau dan memastikan catin berada dalam kondisi ideal untuk pencegahan stunting.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN NTT Marianus Mau Kuru ketika menyampaikan sambutannya dalam Ujicoba Aplikasi Elsimil di Gereja Eden Kibaki, Manutapen, Kota Kupang, Selasa (28/9).
Menurutnya, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ibu hamil dan melahirkan berpengaruh terhadap kejadian stunting. “Semakin muda usia ibu hamil dan melahirkan, makin besar kemungkinan melahirkan anak stunting. Ibu anemia dan indeks masa tumbuh rendah juga dapat mengakibatkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi,” jelasnya.

Selain itu, perilaku merokok dan keterpaparan terhadap asap rokok juga memiliki dampak pada gangguan kehamilan dan janin yang mengakibatkan bayi lahir stunting.

Untuk mengendalikan itu, kata dia, perlu dipastikan catin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil. “Upaya tersebut dapat dilakukan melalui skrining yang ditindaklanjuti dengan pendampingan kesiapan menikah dan hamil pada calon pengantin,” jelasnya.

Saat ini, kata dia BKKBN sedang membangun aplikasi ELSIMIL sebagai alat skrining untuk mendeteksi faktor risiko pada catin, menghubungkan catin dengan pendamping, sebagai media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil, dan sebagai alat pemantau kepatuhan catin.

Menurutnya, untuk memaksimalkan manfaat ELSIMIL itu, BKKBN akan berkerja sama dengan tokoh agama. “Sehingga saat kursus pernikahan dilakukan skrining. Kalau berpotensi, dianjurkan untuk ditunda pernikahannya. Kalaupun harus menikah ditunda kehamilan dengan kontrasepsi,” tegasnya.

Dia berharap agar aplikasi itu dapat disosialisasikan ke seluruh NTT sehingga bisa melahirkan anak-anak NTT yang sehat dan cerdas.

 

Stunting di Kota Kupang Meningkat

Dia mengungkapkan meskipun persentasi stunting di NTT sudah turun menjadi 23 persen, tetapi Kota kupang meninggakat dari 20 persen pada tahun 2020 menjadi 27 persen di tahun 2021. “Stunting ini terjadi selain karena angka kemiskinan, juga wanita di usia subur melahirkan tiga sampai empat orang anak. Selain itu juga karena faktor budaya dan sanitasi. Dan yang berisiko menjadi penyebab stunting ada pada calon pengantin, ibu hamil, dan anak balita,” ujarnya.

Direktur Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat dr Victor Palimbong pada kesempatan itu menyampaikan, untuk menurunkan stunting, perlu dilakukan intervensi pada seluruh siklus kehidupan, dari sebelum menikah, hamil, bayi, dan seterusnya. “Saat ini 46,5 persen ibu hamil kekurangan HB. Jadi kalau anak lahir dalam keadaan sudah stunting. Karena itu, melalui aplikasi ini, BKKBN akan melakukan skrining, edukasi, dan pendampingan,” jelasnya.

Dia berharap agar aplikasi itu dapat disosialisasikan kepada seluruh masyarakat. “Untuk pak Wali Kota, saya titip agar aplikasi ini bisa disosialisasikan ke semua kelurahan di Kota Kupang. Ini semua dilakukan agar kita semua satu hati, satu tekad untuk menurunkan stunting, ” pintanya.

Konsultan Ahli Program Pembangunan Keluarga pada Kedeputian KSPK, BKKBN Pusat dr RM Riyo Kristian Utomo J Budoyo menyampaikan, Kepala BKKBN Pusat sudah mencanangkan bahwa berencana itu keren. “Karena itu, BKKBN gencar melakukan pendampingan terhadap para calon pengantin dalam hal merencanakan pernikahan. Nanti akan kita aktifkan aplikasi itu untuk dilakukan skrining tiga bulan sebelum menikah. Sehingga, dilakukan pendampingan,” ujarnya.

Hal itu, menurutnya, semata-mata untuk mempersiapkan pengantin, bukan menghalangi pengantin untuk menikah.

Dia berharap melalui aplikasi itu, dari NTT untuk Indonesia, lahir generasi sehat.
Tenaga Ahli Utama pada Kantor Staf Presiden RI Dr dr Brian Sriprahastuti dalam sambutannya mengatakan pencegahan stunting tidak saja dilakukan sejak 1000 hari pertama kelahiran, tetapi perlu dicegah dri hulu. Karena itu, aplikasi itu dapat membantu masyarakat dan juga pemerintah untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas .

Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore saat membuka kegiatan itu menyatakan, pencegahan stunting melalui program-programnya merupakan wujud perhatian Pemerintah Pusat kepada NTT.

“Ada banyak sekali program. Saat ini, untuk menciptakan SDM yang sehat, BKKBN dari Pusat hingga daerah mencanangkan berbagai program. Kita sebagai masyarakat dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankannya,” jelas dia.

Untuk angka stunting di Kota Kupang yang sangat tinggi, kata dia, yang menjad faktor penyebabnya adalah karena kemiskinan, soal budaya, seperti merokok, dan sanitasi.

“Sekali lagi, kita punya tanggung jawab untuk perbaiki angka stunting itu,” tegasnya.
Dia mengajak semua catin untuk melakukan pemeriksaan sesuai arahan dari BKKBN. Karena itu, dia berharap agar aplikasi itu dapat memberi dampak pada SDM Kota Kupang yang sehat dan cerdas. (bev/ol)

Leave a Comment