Peruati Sumba Ajak Masyarakat Penyintas Banjir Bangkit

Ketua Peruati Sumba, Pdt. Aprisa Taranau saat menyerahkan bibit bantuan kepada warga korban banjir di Kelurahan Mau Hau untuk ditanami di lahan yang sudah diolah, Sabtu (29/5). Foto: Jumal/VN
Ketua Peruati Sumba, Pdt. Aprisa Taranau saat menyerahkan bibit bantuan kepada warga korban banjir di Kelurahan Mau Hau untuk ditanami di lahan yang sudah diolah, Sabtu (29/5). Foto: Jumal/VN

 

 

Jumal Hauteas

Persekutuan Perempuan Berpendidikan Theologi di Indonesia (Peruati) Sumba, Mitra Perempuan dan Anak (MPA) Sumba Timur dan mahasiswa Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba mengajak masyarakat penyintas banjir kembali bangkit untuk menata kehidupan lebih baik ke depan.

Ajakan ini dilakukan dengan pembinaan pengolahan lahan pertanian bersama masyarakat petani di RT 08, RW 02, Kelurahan Mau Hau, Kecamatan Kambera, sekaligus penyerahan bantuan bibit aneka sayuran kepada petani setempat Sabtu (29/5).

“Ada bibit sayur sawi, terong, pare, Semangka, Ketimun, hingga wortel yang semuanya sudah dikomunikasikan dengan petani yang akan menanam,” jelas Ketua Peruati Sumba, Pdt. Aprisa Taranau kepada VN di lokasi Sabtu (29/5).

Ia mengatakan apa yang dilakukan Peruati Sumba, MPA Sumba Timur dan mahasiswa Unkriswina Sumba saat ini bersama para petani adalah bagian dari keprihatinan bersama dengan masyarakat korban banjir bandang yang kehilangan tanaman pertanian saat banjir dan kemudian menjadi kesulitan mengolah kembali lahan mereka dan juga ketiadaan bibit sayur untuk kembali menanam.

“Ini bagian dari keprihatinan bersama kami, sekaligus memberi pundak bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana untuk kembali bangkit,” jelas Aprisa.

Mahasiswa Unkriswina Sumba ikut membantu mengolah lahan milik petani di Keluarahan Mau Hau untuk ditanami sayuran, Sabtu (29/5). Foto: Jumal/VN

Mahasiswa Unkriswina Sumba ikut membantu mengolah lahan milik petani di Keluarahan Mau Hau untuk ditanami sayuran, Sabtu (29/5). Foto: Jumal/VN

Ketua MPA Sumba, Pdt. Herlina Ratu Kenya menambahkan pihaknya bermitra dengan Peruati dan mahasiswa Unkriswina dalam membantu masyarakat penyintas banjir bandang ini karena tujuan yang lebih besar yakni masyarakat tidak hanya kembali mengolah lahan pertaniannya untuk memenuhi kebutuhan sayuran di rumah tangga masing-masing namun juga bisa kembali menjadi pemasok sayuran ke pasar dan juga warung-warung makan hingga restoran yang ada di Kota Waingapu dan sekitarnya.

“Sebelumnya kita kasih bantuan Sembako, tetapi beras lima kilo gram tidak akan bisa memenuhi kebutuhan keluarga dalam waktu lama. Jadi kita ajak masyarakat untuk kembali bangkit menata hidup jadi lebih baik seperti ini (mengolah lahan dan menanam sayuran),” ungkapnya.

Koordinator mahasiswa Unkriswina Sumba, Luta Lapu Kahewa Marak secara terpisah mengapresiasi Peruati Sumba dan MPA Sumba Timur yang mengajak mereka sebagai mahasiswa untuk ikut turun lapangan berkerja membantu masyarakat korban banjir kembali mengolah lahan pertanian untuk menanam sayuran.

Karena dengan demikian para mahasiswa bisa langsung merasakan bagaimana bekerja di kebun dan berkomunikasi dengan masyarakat petani sehingga pengetahuan yang dimiliki mahasiswa tidak hanya pengetahuan intelektual, namun juga ada sisi praktek di lapangan.

“Kalau pemerintah, LSM atau lembaga gereja melakukan seperti ini (mengajak mahasiswa berkarya bersama petani), pasti lebih banyak mahasiwa terlibat dan akan semakin baik,” ungkapnya.

Pantauan VN, kegiatan pengolahan lahan ini juga didukung oleh Ketua RT setempat yang juga merupakan penyuluh pertanian, Welem Radja, dan juga Ketua BPMJ GKS Jemaat Mau Hau, Pdt. Ermi Herawati. Bahkan Pdt. Ermi Herawati juga ikut turun langsung memegang cangkul untuk menata bedeng di lahan petani yang sedang diolah tersebut.(bev/ol)

Leave a Comment